Berita, Timur Tengah

Sekutu Gigit Jari, Ini 4 Dosa Amerika Jika Trump Pergi Setelah Memantik Perang Iran

Repelita.net

03 April 2026 22:58 WIB • 1,141 view

Sekutu Gigit Jari, Ini 4 Dosa Amerika Jika Trump Pergi Setelah Memantik Perang Iran
Foto: Istimewa

Sekutu Gigit Jari, Ini 4 Dosa Amerika Jika Trump Pergi Setelah Memantik Perang Iran

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum lama ini akhirnya mengumumkan bahwa ia akan segera menarik pasukannya dari konflik Iran tanpa rasa bersalah.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pertemuan di Gedung Putih dengan mengaku sudah tak lagi peduli dengan urusan Selat Hormuz.

Alih-alih pasang badan setelah apa yang telah diperbuat, Trump justru cuci tangan dan menyerahkan masalah itu pada negara-negara sekutunya di Timur Tengah dan Eropa.

Menurutku dalam dua atau tiga minggu lagi kita akan pergi karena tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan perang lawan Iran, katanya dalam jumpa pers di Gedung Putih.

Para analis memperingatkan bahwa pergi bukan berarti selesai karena justru bisa meninggalkan empat kegagalan strategis yang akan menghantui Amerika Serikat.

Dosa pertama adalah aktifnya senjata pemusnah massal di mana Trump mengklaim tujuannya mencegah Iran punya senjata nuklir sudah tercapai.

Namun para ahli punya pandangan berbeda karena lebih dari 400 kg uranium yang sudah diperkaya masih belum diketahui keberadaannya.

Padahal jumlah tersebut cukup banyak untuk membuat beberapa senjata nuklir, terlebih para tokoh yang kini memegang kendali Iran justru lebih keras dari sebelumnya.

Sebelum perang Iran selalu menahan membuat senjata nuklir karena adanya fatwa haram dari Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Namun kini Khamenei sudah tiada dan dengan kematiannya fatwa tersebut bisa jadi ikut terkubur.

Dosa kedua adalah membangkitkan dendam lama di mana para komandan garis keras yang sudah pensiun dan disebut lebih pendendam kini dipanggil kembali.

Di televisi pemerintah Iran, suara-suara yang mendukung pengembangan senjata nuklir mulai terdengar lebih lantang.

Dosa ketiga adalah sekutu terancam karena negara-negara teluk yang sebelumnya berada di bawah payung perlindungan Washington akan jadi sasaran amukan Iran.

Satu bulan perang sudah membuktikan bahwa rudal dan drone Iran menghantam kota-kota di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan negara teluk lainnya.

Jika Amerika Serikat pergi, Iran akan punya pengaruh besar untuk mendikte ketentuan ekspor minyak di kawasan tersebut.

Negara-negara teluk yang ditinggal AS harus memilih patuh terhadap Iran atau terpaksa menghadapi rudal dan drone Teheran.

Dosa keempat adalah membuka gerbang neraka untuk Israel karena jaringan proksi Iran seperti Hizbullah ikut bereaksi saat AS dan Israel memulai serangan ke Iran.

Serangan Hizbullah itulah yang menjadi alasan bagi Israel untuk memuluskan niatnya menginvasi Lebanon.

Saat Hizbullah menyerang, Israel jadi punya justifikasi untuk mengintensifkan kampanyenya di Lebanon dengan tujuan meratakan sebagian besar wilayah selatan.

Maka ketika Trump ingin menarik diri, ia tidak bisa begitu saja mencuci tangannya dari apa yang terjadi di Lebanon.

Konflik ini meluas bukan karena Lebanon yang memulainya tetapi karena Amerika Serikat yang memantik api.

Amerika Serikat membuka pintu dan Israel yang melangkah masuk, sehingga jika Trump pergi hari ini ia pergi sambil membiarkan kebakaran yang ia nyalakan sendiri terus berkobar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung