Berita, Nasional

Sejumlah Rumah di Manggarai Timur Ambruk, Warga Panik Menyelamatkan Diri Usai Gempa M7,7

Repelita.net

15 August 2026 07:15 WIB • 478 view

Sejumlah Rumah di Manggarai Timur Ambruk, Warga Panik Menyelamatkan Diri Usai Gempa M7,7
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Peristiwa gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 melanda kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, getaran dahsyat tersebut tercatat berlangsung tepat pada pukul 05.58.23 WITA.

ADVERTISEMENT

Titik pusat guncangan berada pada koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur atau berjarak sekitar 38 kilometer di arah Timur Laut Mbay.

Karakteristik bencana ini tergolong hiposentrum dangkal dengan tingkat kedalaman mencapai 10 kilometer di bawah permukaan bumi.

Seismolog dari lembaga pemantau bencana menyatakan peristiwa tersebut memicu potensi timbulnya gelombang tsunami hingga rilis peringatan dini dikeluarkan untuk area pesisir utara Kabupaten Ngada.

Proyeksi pemodelan memperkirakan kedatangan pasang air laut raksasa di kawasan berisiko tinggi terjadi sekitar pukul 06.01.23 WITA.

Warga lokal diminta segera menjauhi area bibir pantai maupun daerah aliran sungai serta konsisten memantau pengumuman resmi pemerintah.

Getaran hebat turut memicu guncangan kuat di kawasan Kabupaten Manggarai Timur hingga membuat masyarakat berhamburan ke luar ruangan demi mencari perlindungan.

Dampak fisik guncangan mengakibatkan deretan hunian penduduk mengalami kerusakan berat hingga hancur total di beberapa lokasi.

Kerusakan parah salah satunya menimpa kediaman Videntus Suhardi di wilayah Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, yang roboh rata dengan tanah.

Sejumlah tempat tinggal warga lainnya tercatat mengalami retak dinding hingga kerusakan struktur bangunan dalam berbagai tingkatan.

Otoritas terkait bersama aparatur desa setempat hingga kini terus memverifikasi pendataan mengenai dampak kerusakan material serta kemungkinan adanya korban pascabencana.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak termakan isu liar, serta selalu mewaspadai ancaman aktivitas guncangan susulan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung