Berita, Ekonomi

SBY Soroti Kondisi Pasar Modal Kurang Menggembirakan Namun Optimis Tekanan Ekonomi Masih Bisa Dicegah

Repelita.net

12 May 2026 22:55 WIB • 747 view

SBY Soroti Kondisi Pasar Modal Kurang Menggembirakan Namun Optimis Tekanan Ekonomi Masih Bisa Dicegah
Foto: Istimewa

Repelita Magelang - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan perhatian khusus terhadap gejolak yang tengah melanda sektor pasar modal dan pasar uang di tanah air yang menurut pengamatannya sedang dalam kondisi tidak ideal.

Melalui sebuah pernyataan yang diunggah pada akun media sosial X miliknya, tokoh bangsa ini mengungkapkan bahwa dirinya terus memantau setiap pergerakan instrumen keuangan nasional di sela kesibukannya melakukan aktivitas seni di Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Dalam cuitan di laman x.com pada Selasa, 12 Mei 2026, ia menuliskan, “Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan,” sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi terkini.

Meskipun mengakui adanya tren negatif dalam perekonomian saat ini, SBY meyakini bahwa potensi terjadinya depresi ekonomi yang jauh lebih dalam masih sangat mungkin untuk dimitigasi apabila otoritas terkait segera melakukan langkah-langkah strategis.

Ia berpandangan bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan politik serta cadangan sumber daya ekonomi yang cukup mumpuni untuk mencari jalan keluar serta berbagai opsi solusi guna menstabilkan kembali situasi pasar keuangan.

“Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki ‘political & economic resources’. Opsi & solusi masih tersedia,” ungkap SBY dalam pesan digitalnya tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat di bawah komando Presiden Prabowo Subianto dengan melibatkan seluruh elemen mulai dari pelaku usaha hingga para pakar ekonomi demi menjaga ketahanan nasional dari guncangan global.

SBY memberikan penekanan bahwa kepercayaan timbal balik serta kesatuan visi merupakan kunci utama dalam menghadapi masa-masa krusial agar seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan beriringan dalam satu komando yang jelas.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan ‘must be on board’. In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama,” tegasnya kembali.

Menutup pernyataannya, pimpinan majelis tinggi Partai Demokrat ini mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap optimis dan terus menyokong jalannya pemerintahan dalam menuntaskan berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.

“Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa,” tulis SBY mengakhiri pandangannya mengenai situasi moneter dan fiskal nasional di tengah ketidakpastian pasar global saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung