Berita, Nasional

Said Didu Cium Konspirasi Oligarki dan Pengkhianat Lingkaran Istana di Balik Kasus Febrie Adriansyah

Repelita.net

04 August 2026 23:02 WIB • 10,059 view

Said Didu Cium Konspirasi Oligarki dan Pengkhianat Lingkaran Istana di Balik Kasus Febrie Adriansyah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan publik terkait polemik yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah kembali mendapat tanggapan keras dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu.

Said Didu mengindikasikan adanya konspirasi serta manuver kepentingan skala besar yang bermain di balik penanganan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut pengamatannya dinamika yang terjadi bukan murni persoalan penegakan hukum melainkan adanya indikasi pembocoran rahasia dari lingkaran kekuasaan demi memojokkan kubu tertentu.

Ia membeberkan sedikitnya tiga skenario yang dinilainya menjadi akar penyebab mencuatnya kontroversi ini ke ruang publik.

"Ada 3 kemungkinan, ada pengkhianat dalam rezim Prabowo yang bocorkan kepentingan pihak geng SOP. Ini sangat jelas karena hanya memojokkan pihak lain," katanya.

Di samping itu Said Didu mencurigai adanya distorsi fakta yang disengaja oleh kelompok kapitalis guna meredam aksi pembenahan yang diusung pemerintah.

"Info yang dibumbui oleh pihak oligarki menyerang pusat komando penertiban oligarki Presiden Prabowo," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gangguan semacam ini sengaja disebar untuk merusak konsentrasi agenda pembenahan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Kebocoran materi pembicaraan dari forum krusial pemerintahan turut disayangkan karena dapat merusak kewibawaan serta keandalan sistem keamanan nasional.

Sejauh ini otoritas Istana Kejaksaan Agung maupun Kepolisian RI belum menyampaikan keterangan resmi terkait tuduhan yang dilemparkan tersebut.

Meskipun demikian isu mengenai Febrie Adriansyah tetap menjadi perbincangan hangat dalam lanskap penegakan hukum Tanah Air. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung