Berita, Nasional

Sahroni Desak Polisi Selidiki Green SM, Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bekasi

Repelita.net

28 April 2026 13:34 WIB • 1,036 view

Sahroni Desak Polisi Selidiki Green SM, Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bekasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menyoroti track record atau rekam jejak taksi listrik asal Vietnam, Green SM, yang diduga kuat menjadi biang keributan penyebab kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Insiden bermula ketika Kereta Api 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A yang sedang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur.

ADVERTISEMENT

Tragedi itu berpangkal dari sekitar 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, dimana sebuah taksi listrik Green SM dilaporkan mogok tepat di tengah rel.

Kendaraan tersebut kemudian tertemper oleh KRL CRRC jurusan Jakarta–Cikarang (PLB 5181), sehingga KRL PLB 5568A yang berada di belakangnya ikut tertahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Melihat kronologi yang begitu tragis, Ahmad Sahroni pun mendesak aparat kepolisian bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mendalami dugaan kelalaian taksi Green SM dalam peristiwa ini.

“Saya minta polisi bekerja sama dengan KNKT untuk selidiki betul keterlibatan taksi Green SM yang diduga menjadi salah satu pemicu tabrakan maut ini,” ujar Sahroni dalam keterangan resminya pada Selasa, 28 April 2026.

“Perlu diperiksa benar apakah sopir memang sengaja melewati rel setelah tahu bahwa akan ada kereta melintas, karena harusnya dia juga paham bahwa mobil listrik itu kan kalau bertemu sinyal rel bisa langsung berhenti. Ini bahaya sekali. Kalau memang ada unsur kesengajaan, tak hanya sopirnya yang harus dihukum berat, tapi perusahaannya juga harus disanksi,” sambung legislator tersebut.

Sahroni menuturkan bahwa Indonesia pada dasarnya adalah negara yang sangat terbuka terhadap segala bentuk investasi asing.

Namun bukan berarti, lanjutnya, bisnis yang dijalankan lalu dibiarkan begitu saja tanpa standar operasional prosedur yang ketat hingga justru meresahkan masyarakat.

“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar atau pebisnis mau cari uang di sini. Tapi harus benar-benar baik barangnya dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut kalau kita lihat di media sosial memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” ungkap Sahroni mengungkapkan kekesalannya.

Terakhir, politisi partai Nasdem itu juga menyebut bahwa aksi ugal-ugalan armada Green SM ini sebelumnya juga pernah menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember tahun 2025 lalu.

“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya, ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” pungkas Sahroni.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia kembali mengupdate jumlah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 08.45 WIB, tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," demikian bunyi siaran pers yang disampaikan oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.

Penanganan terhadap korban luka dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Bekasi Barat.

Atas peristiwa nahas yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur tersebut, PT Kereta Api Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban meninggal dunia beserta keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, pihak Green SM Indonesia akhirnya buka suara terkait insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur tersebut.

Perusahaan menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi di kawasan Bekasi Timur dan menegaskan sedang memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa yang melibatkan armadanya.

Green SM Indonesia juga memastikan telah menyampaikan semua informasi yang relevan kepada pihak berwenang guna mendukung kelancaran proses investigasi yang saat ini masih berlangsung.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi," demikian bunyi pernyataan resmi Green SM Indonesia.

Perusahaan taksi listrik asal Vietnam itu menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap operasional mereka.

Green SM Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional yang baik, pengawasan yang ketat, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Seiring dengan proses penyelidikan yang masih terus berjalan, pihak perusahaan menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik.

Mereka berjanji untuk memastikan seluruh data yang disampaikan ke publik telah terverifikasi kebenarannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung