Berita, Timur Tengah

Rudal Iran Hantam Markas CIA di Kedubes AS Riyadh, Pabrik Drone Israel di Petah Tikva Luluh Lantak

Repelita.net

07 April 2026 19:23 WIB • 959 view

Rudal Iran Hantam Markas CIA di Kedubes AS Riyadh, Pabrik Drone Israel di Petah Tikva Luluh Lantak
Foto: Istimewa

Repelita Riyadh - Rudal Iran dilaporkan menggempur sebuah fasilitas yang disebut sebagai markas Central Intelligence Agency (CIA) yang berlokasi di dalam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, Arab Saudi pada Senin (6/4/2026).

Serangan tersebut dikabarkan berhasil menembus sistem pertahanan udara AS di kawasan diplomatik dan menyebabkan kerusakan parah pada kompleks kedutaan.

ADVERTISEMENT

Selain di Riyadh, gelombang serangan rudal Republik Islam itu juga dilaporkan menyasar titik vital lainnya, termasuk pangkalan militer AS di Yordania dan markas rahasia komandan elit Amerika di Uni Emirat Arab (UEA).

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Washington terkait kejadian tersebut.

Sementara itu, rudal yang diluncurkan dari Teheran juga dilaporkan menghantam pabrik drone milik Israel di Kota Petah Tikva.

Peristiwa itu terjadi hanya dua hari setelah fasilitas tersebut berpindah kepemilikan dalam sebuah transaksi bisnis besar.

Data yang dihimpun unit sumber terbuka Aljazeera menunjukkan bahwa serangan terjadi di lokasi yang teridentifikasi secara presisi melalui koordinat 32°06’25.2″N 34°53’03.9″E pada Jumat (3/4/2026).

Kota Petah Tikva dikenal sebagai salah satu pusat industri utama di Israel, sehingga serangan terhadap pabrik drone ini menjadi pukulan telak bagi industri pertahanan Zionis.

Rekaman video yang beredar dari kantor berita memperlihatkan kehancuran signifikan pada fasilitas tersebut.

Sebuah kawah besar tampak hanya beberapa meter dari bangunan utama, sementara pabrik itu menjadi satu-satunya fasilitas yang mengalami kerusakan parah di dalam kompleks industri.

Hal ini mengindikasikan tingkat akurasi serangan yang tinggi, menunjukkan bahwa Iran mampu menargetkan aset-aset strategis musuh dengan presisi.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS telah menghancurkan Republik Islam dan akan mengakhiri perang dengan sangat cepat.

Namun dua hari kemudian, Iran justru menembak jatuh dua pesawat militer AS, membuktikan bahwa klaim Trump tidak berdasar.

Trump lantas memperbarui ancamannya kepada Teheran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat Senin, dengan konsekuensi yang menghancurkan jika tidak dipatuhi.

“Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ. Waktu hampir habis — 48 jam sebelum semua neraka akan menimpa mereka,” tulis Trump.

Merespon ancaman tersebut, Komandan Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya, Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, memberi peringatan yang cukup keras kepada AS dan sekutunya.

“Pintu neraka akan terbuka untuk kalian, jika infrastruktur Iran diserang," tegasnya pada Sabtu malam (4/4/2026).

Sebagai balasannya, jenderal tersebut mengancam akan menghancurkan semua infrastruktur yang digunakan oleh militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pejabat keamanan senior Teheran itu juga mengatakan bahwa Iran bergerak maju sesuai dengan rencana operasional yang tepat.

Ia memperingatkan akan adanya kejutan besar bagi AS dan rezim Zionis Israel dalam waktu dekat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung