Repelita Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo menanggapi pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang menyebut dirinya hanyalah orang kampung dalam merespons klaim Jusuf Kalla dengan menyebut sikap tersebut sebagai bentuk lamis atau tidak selaras antara ucapan dan maksud .
“Dalam istilah Jawa dia itu berkata dengan nada lamis. Lamis itu munafik," kata Roy melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Senin (27/4/2026) .
ADVERTISEMENT
Roy menilai pernyataan Jokowi sebagai orang kampung justru terkesan tidak selaras dengan berbagai sikap dan gaya kepemimpinan yang selama ini ditampilkan di hadapan publik .
Menurut Roy, publik perlu mencermati setiap ucapan Jokowi secara lebih kritis karena seringkali bertolak belakang dengan realitas yang terjadi di lapangan .
"Mau tiga periode jawabnya tidak, padahal mau, nah itu lamis," kata Roy memberikan contoh konkret ketidakselarasan antara ucapan dan keinginan Jokowi .
Ia juga mengaitkan gaya kepemimpinan Jokowi dengan sejumlah simbol dan gestur yang dinilai menyimpan pesan berbeda di balik penampilannya yang sederhana .
Roy bahkan berpendapat bahwa dalam memahami pernyataan Jokowi, publik perlu melihatnya secara terbalik karena seringkali makna sebenarnya berkebalikan dengan kata-kata yang diucapkan .
“Kalau dia berkata iya, berarti tidak,” ungkap Roy memberikan formula sederhana untuk membaca pernyataan mantan presiden tersebut .
Tak hanya itu Roy juga menyoroti sejumlah kebiasaan dan ritual yang menurut pengamatannya pernah ditunjukkan Jokowi dalam berbagai kesempatan kenegaraan .
Ia mencontohkan saat peluncuran awal mobil Esemka di mana Jokowi terlihat menyiram kendaraan tersebut dengan air kembang setaman yang merupakan praktik seremonial tradisional .
Namun usai menyiram, Roy melihat momen lain di mana Jokowi disebutnya sempat menari seperti orang kerasukan, sebuah ekspresi yang dinilai tidak biasa dan memunculkan beragam tafsir dari publik .
Selain itu Roy juga menyoroti penampilan Jokowi yang pernah mengenakan kostum bernuansa raja dalam sebuah kesempatan, sesuatu yang dinilainya kontras dengan citra sederhana yang selama ini melekat .
"Bahkan ada satu momen dia benar-benar ingin meminjam baju raja sesungguhnya. Itu suatu saat akan kita bongkar. Tapi (saat meminjam) tidak dikasih oleh raja sesungguhnya," beber Roy mengungkapkan informasi yang selama ini tidak diketahui publik .
"Akhirnya dia pakai baju raja yang salah, dia pakai baju Raja Amangkurat yang Amangkurat jahat waktu itu," sambungnya menambahkan detail tentang kostum yang dikenakan Jokowi .
Roy Suryo juga menyinggung kebiasaan Jokowi memelihara kecebong dan kodok saat berada di Istana Bogor yang dinilainya memiliki makna khusus dalam tradisi Jawa .
"Kalau di masyarakat Jawa ini pesugihan. Pesugihan ini artinya adalah hewan yang dipelihara agar orang itu sugih, orang itu kaya. Ini kan terkesan kuno banget zaman animisme, dinamisme. Kalau mau kaya dalam kepercayaan kita yang berdoa, ikhtiar, mohon kepada Tuhan YME," tandas Roy .
Dari kebiasaan memelihara kecebong inilah kemudian muncul istilah cebong bagi pendukung Jokowi yang populer selama Pilpres 2014 dan 2019 .
Istilah cebong sering digunakan sebagai label sinisme politik dan merupakan antonim dari sebutan kampret untuk pendukung pihak lawan dalam kontestasi politik tanah air .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok