Berita, Hukum

Rismon Sianipar Mengaku Dieksploitasi Roy Suryo, Razman Beberkan Dugaan Bohir di Balik Kasus Ijazah Jokowi

Repelita.net

05 April 2026 18:21 WIB • 1,148 view

Rismon Sianipar Mengaku Dieksploitasi Roy Suryo, Razman Beberkan Dugaan Bohir di Balik Kasus Ijazah Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Polemik terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas setelah Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution, membeberkan pengakuan mengejutkan dari Rismon Sianipar.

Rismon mengaku merasa keberadaannya dalam kasus ini telah dipolitisasi dan dieksploitasi secara besar-besaran oleh Roy Suryo demi kepentingan pihak tertentu.

ADVERTISEMENT

Razman mengungkapkan kekecewaan Rismon terkait perbedaan kontribusi dalam penyusunan bukti yang diajukan ke publik, di mana Rismon mengaku lebih banyak bekerja dibandingkan Roy Suryo.

"Dia merasa dipolitisasi. Terutama oleh Roy Suryo. Wah, ini bahasa dia ke saya, Bang Razman," ujar Razman sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Sindonews.

"Dia merasa begini, 'Bang, saya bukan saya dipolitisasi, dieksploitasi juga. Kenapa? Bayangkan, dalam buku Jokowi itu yang buat itu 480 halaman saja. Mas Roy itu hanya 50 halaman, itu pun via chat WA'," tambah Razman menirukan perkataan Rismon.

Razman bahkan mempertanyakan kredibilitas Roy Suryo sebagai ahli telematika karena dinilai tidak memiliki satu jurnal pun sebagai bukti akademik.

"Satu jurnal saja, ada tidak temuan dari seorang Roy, sehingga dia bisa mengatakan ahli telematika, padahal dia sarjana yang bukan telematika," katanya dengan tegas.

Selain isu politisasi, Razman juga membocorkan adanya dugaan aliran dana atau penyokong yang membuat gerakan ini bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Razman menyebut informasi tentang adanya bohir di belakang gerakan ini didapatkan langsung dari komunikasi pribadinya dengan Rismon Sianipar.

"Dia mengatakan bahwa ada dugaan bohir di belakang ini. 'Bang bayangin aja. Kenapa bisa lama bertahan begitu. Tentu ada sesuatu'," kata Razman menirukan perkataan Rismon.

"Sebenarnya dia gak mau cerita banyak. Tapi nanti pada waktunya saya akan ungkap. Dugaan kuat ada bohir di belakang," tambah Razman menyinggung biaya operasional hingga biaya setiap pertemuan dan ajakan makan siang.

Menanggapi tudingan tersebut, Refly Harun selaku pengacara Roy Suryo dan dokter Tifa memberikan jawaban yang mengejutkan publik.

Refly meminta publik untuk menilai sendiri pihak mana yang sesungguhnya memiliki bohir, apakah pihaknya bersama Roy Suryo atau orang-orang yang mendukung Jokowi.

"Jadi saya mengatakan ya, kalau Anda misalnya saya membela Roy Suryo, seorang warga negara, dengan membela Jokowi yang mantan presiden. Jadi Anda nilai sendiri itu," ujar Refly.

"Yang kedua, kita bicara uang 50 miliar. Apa buktinya bahwa ada transfer 50 miliar tersebut? Kalau bisa 50 miliar seperti ini, udah senang-senang saya udah kipas-kipas. Ini boro-boro kita mendapatkan uang, kita ini keluar uang sendiri, apapun yang kita kerjakan itu adalah berdasarkan inisiatif-inisiatif sendiri," paparnya.

Refly mencontohkan ketika mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi, dirinya harus melakukan fotokopi sendiri di rumah menggunakan mesin fotokopi pribadi.

Pihak Refly justru menuding bahwa Razman dan kelompok pembela Jokowi lah yang sesungguhnya memiliki bohir dalam kasus ini.

"Bohirnya kan pasti ada, Pak Jokowi kan bohirnya. Perkara kemudian Pak Jokowi apakah mengalirkan dana atau tidak, saya tidak tahu. Tapi masa sih ada makan siang yang gratis dan no free lunch," beber Refly.

"Jadi begini, kan saya katakan no free lunch, tidak ada makan siang yang gratis. Dalam politik itu nggak ada orang doing something terhadap kekuasaan tanpa mendapatkan atau menginginkan benefitnya baik sekarang maupun masa depan," tambah Refly Harun.

Atas tuduhan aliran dana tersebut, Razman mengaku tidak pernah menerima uang sepeser pun dari Joko Widodo.

"Begini, saya klarifikasi. Pertama untuk saya ya, sampai dengan detik ini, baru selesai Ramadan, ini Syawal. Wallahi wa billahi wa tallahi tak ada satu rupiah pun saya terima dari Pak Jokowi atau siapapun. Sedangkan usaha saya, saya ada," jawab Razman membela diri.

Razman juga menegaskan bahwa tuduhan uang Rp 50 miliar yang beredar dan diucapkan oleh Rismon Sianipar di media sosial adalah video hoax yang tidak benar.

Menurut Razman, Rismon hanya menyebut adanya bohir atau penyokong dana, namun tidak pernah menyebutkan nominal angka sebesar itu.

"Kami gak persoalkan sejuta dua juta. Ini yang bercerita teman mereka sendiri namanya Rismon," tambah Razman mengakhiri klarifikasinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung