Repelita Jakarta - Agenda safari nasional yang bakal dilakoni oleh mantan Presiden RI Joko Widodo menjelang pertengahan tahun ini diprediksi membawa implikasi elektoral masif bagi konstelasi kepartaian.
Pergerakan taktis mantan penguasa istana tersebut disinyalir menguntungkan Partai Solidaritas Indonesia yang selama ini memosisikan diri sebagai wadah politik paling melekat dengan figur ayah Kaesang Pangarep itu.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai pemulihan kondisi kebugaran fisik serta agenda perjalanan lintas provinsi tersebut sebelumnya dibeberkan oleh Sekretaris Jenderal Pro Jokowi, Freddy Alex Damanik.
Freddy menyatakan bahwa sang mantan kepala negara siap kembali menyapa masyarakat di berbagai daerah terhitung mulai bulan depan setelah sempat rehat pasca purnatugas.
Merespons pergerakan tersebut, analis politik Adi Prayitno mengamati bahwa seluruh manuver taktis dari partai berlogo mawar tersebut hingga kini masih berkiblat sepenuhnya pada ketetapan sang mantan presiden.
Melalui saluran digital pribadinya pada Senin, 18 Mei 2026, Adi memaparkan loyalitas mutlak dari parpol anak muda tersebut, “Per hari ini kiblat politik PSI adalah Jokowi. Jokowi dijadikan imam besar oleh kawan-kawan PSI. Setiap statement, perilaku, dan pola politik PSI tegak lurus ke Jokowi,” paparnya.
Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia tersebut, relasi emosional yang terlanjur melekat kuat di mata publik membuat limpahan elektoral dari safari tersebut bakal mengalir secara otomatis ke dalam neraca suara partai.
Intensitas kehadiran sang tokoh di basis massa diproyeksikan bakal menuntun persepsi masyarakat untuk mengaitkan ingatan kolektif mereka pada entitas politik yang disokongnya, “Kalau Jokowi rajin berkeliling Indonesia maka secara perlahan rakyat akan bertanya partai apa yang dianggap paling dekat dengan Jokowi,” ujar Adi menganalisis.
Kedekatan emosional yang konsisten dipertontonkan ke ruang publik dinilai berpotensi mengukuhkan posisi tawar organisasi tersebut di tengah persaingan ketat antar-parlemen nasional.
Adi membaca dinamika ini sebagai sinyalemen kembalinya sang mantan panglima tertinggi ke dalam pusaran strategis kekuasaan pasca melepas jabatan eksekutif, “Apakah ini bisa disebut comeback Jokowi di politik? Apakah ini juga bisa disebut Jokowi sebenarnya secara perlahan turun ke bawah untuk mengonfirmasi bahwa Jokowi adalah sosok yang hari ini dekat dengan sebuah partai politik yaitu PSI,” tuturnya melempar pertanyaan retoris.
Kendati demikian, keputusan untuk kembali aktif melakukan mobilitas politik lintas daerah tersebut dinilai bertolak belakang dengan komitmen personal yang sempat diutarakannya beberapa tahun silam.
Saat masih mengendalikan roda pemerintahan di awal periode dua ribu dua puluh empat, sang kepala negara berulang kali menegaskan keinginannya untuk pensiun dengan tenang di kampung halaman.
Janji untuk menarik diri dari hiruk-pikuk kekuasaan nasional tersebut sempat diutarakan di hadapan awak media di sela agenda peninjauan stabilitas harga pangan di Pasar Tradisional Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa, 2 Januari 2024.
Di hadapan barisan jurnalis kala itu, sang presiden menegaskan cita-cita sederhananya pasca meletakkan mandat jabatan pada akhir tahun, “Ya jadi rakyat biasa, kembali ke Solo dan jadi rakyat biasa,” ucapnya menyakinkan publik waktu itu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok