Berita, Nasional

Relawan GI-JOE Sebut Gugatan Denny Indrayana Soal Ijazah Gibran Gerakan Politik yang Cederai Suara Rakyat, Tak Pantas Dicontoh Siapa pun

Repelita.net

29 September 2026 22:52 WIB • 89 view

Relawan GI-JOE Sebut Gugatan Denny Indrayana Soal Ijazah Gibran Gerakan Politik yang Cederai Suara Rakyat, Tak Pantas Dicontoh Siapa pun
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gelombang penolakan atas gugatan hukum yang mempersoalkan prasyarat administratif kelayakan kualifikasi akademis Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di meja hijau kian mengemuka.

Pihak pendukung menilai bahwa langkah hukum yang dimotori oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM tersebut tidak lebih dari sekadar manuver politik yang mencederai tatanan demokrasi.

ADVERTISEMENT

"Ini sebuah gerakan politik yang bagi kami melihat ini tidak pantas untuk dicontoh oleh siapa pun. karena tidak memberikan sebuah teladan terhadap sebuah proses yang sudah berjalan dan tidak menghargai suara rakyat yang telah diberikan pada Pemilu 2024 yang lalu," ujar Benny Parapat selaku Ketua Umum Relawan Gibran Joeara (GI-JOE) kepada wartawan, Sabtu (26/9/2026).

Benny Parapat menegaskan bahwa keabsahan kedudukan kepemimpinan nasional yang saat ini berjalan sejatinya telah melalui rangkaian penyaringan yang sah dan konstitusional.

Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan landasan moral serta target yang ingin dicapai oleh kelompok Denny Indrayana melalui pengajuan berkas ke Mahkamah Konstitusi tersebut.

"Apa pun itu, itu sudah melalui sebuah proses perselisihan hasil pemilu. Secara aturan main, perselisihan hasil pemilihan umum atau PHPU sudah berlalu, di mana penetapan pasangan calon itu oleh KPU tanggal 20 Maret 2024. Diberikan 3 hari waktu sampai tanggal 23 Maret, tetapi tidak ada sanggahan atau apa pun dari pihak mana pun terkait proses yang sedang berjalan," katanya merinci rentang waktu sanggahan yang telah kedaluwarsa.

Kelompok relawan mengendus adanya indikasi bahwa polemik ini merupakan bentuk pergeseran skenario usai isu miring mengenai riwayat pendidikan Joko Widodo mulai meredup di tengah masyarakat.

Ia pun meminta publik untuk bersikap lebih kritis dan tidak mudah terombang-ambing oleh narasi negatif yang diproduksi secara berulang oleh kelompok yang sama demi menyerang figur pimpinan negara.

"Saya imbau pada masyarakat bisa lebih cerdas memilah-milih dan memilih setiap berita-berita yang cenderung selalu menyerang individu-individu, terutama pada Pak Jokowi dan Mas Gibran karena yang memproduksi dan mereproduksi itu orang-orang itu-itu saja, tidak ada di luar itu, mereka berganti-ganti peran," kata Benny Parapat memungkasi tanggapannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung