Repelita Jakarta - Kritik terhadap kebijakan pembukaan rekening koran bagi warga berusia 17 tahun menjadi perhatian setelah analisis mengenai dampaknya terhadap akses perbankan dan kondisi sosial mencuat di media sosial.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Threads @taufikd59 yang ditampilkan sekitar tujuh jam sebelum naskah ini disusun pada 11 September 2026.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, @taufikd59 menyoroti potensi kesulitan penduduk Indonesia yang berada di pelosok dalam mengakses berbagai layanan perbankan secara daring.
Menurut analisis yang dibagikan, sebagian rekening berpotensi tidak memiliki saldo atau bahkan berada dalam kondisi minus sehingga pada akhirnya dapat berubah menjadi rekening dorman.
Rekening yang berstatus dorman kemudian disebut memiliki potensi menimbulkan persoalan baru, termasuk risiko yang dapat berkaitan dengan tindakan kriminal.
Unggahan tersebut juga menyampaikan prediksi bahwa kebijakan itu dapat memicu kekacauan baru yang tidak hanya menyentuh sektor perbankan, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat.
Pertanyaan mengenai dampak terhadap kondisi tabungan masyarakat turut dimunculkan dalam unggahan tersebut dengan kalimat, "Tabungan masalah kita akan berkurang atau bertambah?"
Unggahan itu kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet yang mengaitkan persoalan tersebut dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah program pemerintah.
Akun @yohannamakeup menulis, "Presidennya botol bodoh dan ToLOL".
Sementara itu, akun @kainanang berkomentar, "Program rezim prabowo suka nya hambur2kan duit yg penting bisa di korupsi".
Akun @hafidsobari turut menyampaikan pandangannya, "Ini semua terjadi karena orientasi pimpinan tertinggi is just politics".
Komentar bernada kritik juga datang dari akun @andreyudda yang menulis, "Punya presiden badut repot banget ya".
Akun @sunriserealty.id menuliskan komentar dalam bahasa Inggris, "I'm not believe Prabowo Subianto..i think Prabowo is nightmare in our live".
Selain itu, akun @kho__lobo memberikan tanggapan singkat, "Kebanyakan program yg gak nyMbung".
Akun @kusnun714 kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan pengelolaan anggaran negara dan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dengan menulis, "Kaco itu cuma skalbakalan utk ambil APBN yg bisa diutak Atik seperti MBG , ujung ujung nya dijadikan proyek korupsi".
Komentar serupa dari akun @kusnun714 juga kembali muncul dengan tulisan yang sama, "Kaco itu cuma skalbakalan utk ambil APBN yg bisa diutak Atik seperti MBG , ujung ujung nya dijadikan proyek korupsi".
Sementara itu, akun @ahmadyani166 menulis, "Memang presiden kita linglung kerja TDK pernah mempertimbangkan manfaat dan mudoratnya hanya tau laporan bawahan."
Rangkaian tanggapan tersebut menunjukkan bahwa unggahan mengenai risiko rekening bagi masyarakat berusia 17 tahun berkembang menjadi perdebatan yang lebih luas mengenai kebijakan perbankan, pengelolaan anggaran, serta program pemerintah.
Namun, isi unggahan dan komentar warganet tersebut merupakan pandangan serta tanggapan masing-masing akun dan tidak dengan sendirinya menjadi pembuktian atas tuduhan yang disampaikan dalam komentar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads