Repelita Jakarta - Pemerintah Kabupaten Pati secara resmi menetapkan status kejadian luar biasa menyusul insiden massal yang menimpa ratusan pelajar serta tenaga pengajar.
Puluhan siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius berupa rasa mual hebat hingga diare seusai menyantap sajian menu program makan bergizi gratis.
ADVERTISEMENT
Insiden keracunan massal tersebut tercatat melanda sejumlah lembaga pendidikan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Berdasarkan laporan yang dihimpun otoritas setempat, jumlah korban terdampak mencakup tiga sekolah berbeda dengan angka penderita yang mencapai ratusan orang.
Rincian korban meliputi seratus tiga siswa dan tiga belas guru dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gembong.
Selain itu, keluhan serupa turut dialami oleh seratus dua puluh tujuh siswa serta tiga puluh guru dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pati.
Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memberikan keterangan resmi terkait penetapan status darurat daerah tersebut pada hari Kamis tanggal 10 September 2026.
Ia menjelaskan bahwa keputusan menaikkan status menjadi kejadian luar biasa diambil mengingat jumlah korban yang cukup besar serta menyangkut aspek keselamatan jiwa.
"Karena menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa," ujar Risma Ardhi Chandra dalam keterangannya.
Pemerintah daerah dipastikan siap mengalirkan dana darurat melalui pos belanja tidak terduga guna menanggung seluruh pembiayaan penanganan medis para korban.
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan intensif serta pemantauan kesehatan secara berkala di rumah sakit rujukan.
Berdasarkan data terbaru yang diterima pihak pemkab pada Kamis pagi, puluhan anak dilaporkan masih harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan.
Tercatat ada sekitar empat puluh lima orang siswa yang masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Soewondo serta Rumah Sakit Mitra Bangsa.
Di sisi lain, proses investigasi mendalam serta sinkronisasi data korban masih terus dikawal ketat oleh jajaran pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Langkah evaluasi menyeluruh juga akan difokuskan pada aspek pengawasan distribusi serta standar keamanan pangan program tersebut sembari menanti hasil uji laboratorium resmi.
Atas musibah yang tidak diinginkan tersebut, pihak pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para orang tua murid serta seluruh masyarakat.
"Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," ucapnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok