Repelita Teheran - Pemandangan langka dan mengharukan terjadi di sejumlah kota di Iran pada Selasa, 7 April 2026, di mana ratusan ribu warga bergandengan tangan membentuk rantai manusia di atas jembatan-jembatan strategis.
Mereka bukan sedang berdemonstrasi melainkan bersiap menjadi perisai hidup sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump yang berjanji akan menghancurkan setiap jembatan dan membakar setiap pembangkit listrik di Iran.
ADVERTISEMENT
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat kerumunan warga berkumpul di Jembatan Putih di Ahvaz dan jembatan bersejarah di Dezful sambil membawa bendera Iran.
"Ini adalah bentuk perlawanan paling damai sekaligus paling berani yang pernah saya lihat," komentar seorang pengguna media sosial yang membagikan video tersebut.
Pemerintah Iran melalui Kementerian Olahraga dan Pemuda secara resmi menyerukan kepada kaum muda untuk menjadi perisai rantai manusia di sekitar infrastruktur vital negara.
Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, menjelaskan bahwa ide ini justru datang dari para pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi pemuda.
"Aksi ini (perisai rantai manusia) dibentuk atas saran dari kaum muda itu sendiri. Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk lingkaran manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik negara," ujar Rahimi.
Seruan tersebut menggerakkan ratusan ribu orang termasuk atlet, seniman, dan mahasiswa untuk berkumpul di sekitar lokasi pembangkit listrik mulai pukul 14.00 waktu setempat.
"Kami berharap dengan partisipasi kaum muda di seluruh negeri, rantai manusia ini akan terbentuk di sekitar pembangkit listrik, dan itu akan menjadi tanda komitmen kaum muda untuk melindungi infrastruktur negara," sambungnya.
Aksi heroik ini terjadi sekitar 13 jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump berakhir pada pukul 03.30 waktu setempat pada hari Rabu (8/4).
Di media sosial, tagar #IranianShield menjadi trending topic di berbagai negara sementara seluruh negeri bersatu dalam ketegangan yang luar biasa.
Ketika jarum jam mendekati tenggat, Trump mengumumkan bahwa AS secara resmi menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz.
"Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran," bunyi pernyataan Trump di akun X Gedung Putih pada Rabu (8/4/2026).
Seorang mahasiswa yang ikut dalam aksi di Jembatan Putih Ahvaz mengatakan kepada media lokal, "Kami tidak takut mati. Kami takut jika tidak melakukan apa-apa. Rantai ini adalah pesan kami kepada dunia: kami akan melindungi tanah air kami, dengan cara apa pun."(*)
Editor: 91224 R-ID Elok