Berita, Nasional

Profesor Ferry Latuhihin Mengaku Diintimidasi Petugas Pajak Usai Kerap Lontarkan Kritik Pedas Kepada Menteri Keuangan Purbaya

Repelita.net

05 August 2026 21:59 WIB • 394 view

Profesor Ferry Latuhihin Mengaku Diintimidasi Petugas Pajak Usai Kerap Lontarkan Kritik Pedas Kepada Menteri Keuangan Purbaya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ekonom senior Profesor Ferry Latuhihin secara terbuka membongkar indikasi perlakuan intimidatif serta penyalahgunaan wewenang yang menimpanya saat menghadapi proses pemeriksaan petugas pajak.

Ia menyinyalir pemanggilan tersebut diprakarsai oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa lantaran dirinya kerap menyuarakan pandangan kritis ke publik.

ADVERTISEMENT

Cerita mengenai kemunculan empat utusan perpajakan di huniannya daerah Cibubur dipaparkanProf Ferry sewaktu mengisi tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV.

"Sebelum orang pajak datang ke rumah, kira-kira dua bulan lalu saya sudah dapat pesan dari seorang kawan, 'Ferry, hati-hati kamu nanti didatangi orang pajak'. Sebulan kemudian benar, datang empat orang petugas pajak ke rumah saya," ujar Prof Ferry, dikutip fajar.co.id, Rabu (5/8/2026).

Pemeriksaan itu dinilainya janggal karena mencecar urusan privat seperti kepemilikan aset hingga uang imbalan yang diperolehnya setiap kali mengisi acara diskusi media.

Prof Ferry menambahkan bahwa para pembuat konten maupun pegiat media yang sempat menghadirkannya sebagai pembicara juga tidak luput dari pemanggilan otoritas fiskal.

"Begitu saya tahu semua podcaster yang memanggil saya dipanggil dan ditanyakan saya dibayar berapa, di sini sudah terjadi diskriminasi. Ini perbuatan kekanak-kanakan dan masuk dalam kategori abuse of power," tegasnya.

Tindakan itu diyakini Prof Ferry lahir dari rasa dongkol personal atas ketegasannya menguliti kapasitas serta arah kebijakan ekonomi yang diusung Menkeu Purbaya.

"Masalah pribadi selesaikan secara pribadi, jangan menggunakan kekuasaan atau wewenang untuk menyerang orang yang tidak disukai. Ini sangat berbahaya," katanya.

Ia menyatakan komitmennya untuk pantang menyerah serta siap berhadapan dengan segenap tekanan selama prinsip yang diperjuangkannya benar.

"Saya akan keep fighting kalau terus diganggu. Saya tidak punya dosa pidana pajak. Apa yang mau diperkarakan dari honor narasumber yang bahkan kadang hanya cukup untuk ongkos transportasi?" pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung