Berita, Timur Tengah

Presiden Israel Tolak Ampuni Netanyahu, Dampaknya ke Perang Iran Disorot: Persatuan Politik Terancam Retak?

Repelita.net

27 April 2026 21:21 WIB • 1,114 view

Presiden Israel Tolak Ampuni Netanyahu, Dampaknya ke Perang Iran Disorot: Persatuan Politik Terancam Retak?
Foto: Istimewa

Repelita Yerusalem - Presiden Israel Isaac Herzog secara tegas memutuskan untuk tidak memberikan grasi kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam kasus korupsi yang menjeratnya, setidaknya untuk saat ini, dan memilih memfasilitasi mediasi perdamaian antara Netanyahu dengan jaksa penuntut .

Kantor Kepresidenan Herzog menyatakan bahwa solusi damai antara kedua belah pihak merupakan kepentingan publik yang penting di tengah situasi perang multi-front yang sedang berlangsung .

ADVERTISEMENT

Proses mediasi ini akan melibatkan pengacara Netanyahu, Amit Hadad, di satu sisi, serta Jaksa Agung Gali Baharav-Miara yang dikenal sebagai musuh ideologis pemerintah di sisi lain .

Dengan ditolaknya grasi dan dipilihnya jalur mediasi yang membutuhkan proses panjang, posisi Netanyahu semakin terjepit karena ia harus membagi perhatian antara persidangan korupsi dan tekanan perang melawan Iran dan Hizbullah di dua front berbeda .

Keputusan ini berdampak langsung pada dinamika perang karena Netanyahu, yang sebelumnya diyakini dapat mengamankan posisinya melalui grasi dari presiden, kini harus berjuang di dua medan sekaligus yaitu ruang sidang dan medan perang .

Ketika proses mediasi berlangsung, keretakan dalam rantai komando Israel ini semakin diperparah dengan kekhawatiran akan runtuhnya negosiasi AS-Iran yang dapat memicu eskalasi perang lebih luas .

Trump bahkan melontarkan kritik pedas kepada Herzog, menyebutnya sebagai "aib" yang harus segera memberikan grasi agar Netanyahu bisa fokus pada perang melawan Iran, namun presiden Israel tetap pada pendiriannya untuk tidak tunduk pada tekanan asing .

Para analis menilai bahwa dalam situasi genting seperti sekarang, persatuan politik di Israel sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman dari Iran, namun keputusan Herzog justru berpotensi memperlebar perpecahan di tengah masa perang yang kritis .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung