Repelita Jakarta - Praktisi hukum Hillary Brigitta Lasut menilai pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terkait isu moral yang menyasar Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah melampaui batas etika publik.
Hillary menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais tersebut bukan lagi bagian dari demokrasi yang sehat, melainkan upaya pembodohan publik yang mencederai martabat negara.
ADVERTISEMENT
“Ini bukan lagi kritik, tapi ini serangan yang tidak berdasar. Kita semua sepakat bahwa kritik itu penting dalam demokrasi, tetapi ketika tuduhan dilempar tanpa bukti yang jelas, itu berubah menjadi fitnah,” kata Hillary dalam keterangannya pada Senin (4/5/2026).
Ia menyayangkan sikap tokoh sekaliber Amien Rais yang seharusnya mampu memfilter informasi sebelum dikonsumsi oleh khalayak luas.
Hillary menekankan bahwa figur publik memikul tanggung jawab besar sebagai penjaga kualitas informasi di ruang publik.
Seorang tokoh seharusnya tidak menjadi sumber spekulasi yang meracuni ruang publik dengan asumsi yang tidak terverifikasi kebenarannya.
“Pola seperti ini harus dihentikan,” kata Hillary dengan tegas.
Ia menegaskan bahwa langkah yang paling ksatria bagi Amien Rais adalah melakukan klarifikasi terbuka atau menarik pernyataan kontroversial tersebut.
“Ini adalah masalah integritas,” kata Hillary mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan sebagai tokoh bangsa.
Hillary memberikan pesan keras bagi seluruh aktor politik agar tetap menjaga kompas moral dalam berkompetisi di ruang publik.
“Kritik itu membangun negara, tetapi fitnah hanyalah pembodohan publik,” pungkas Hillary mengakhiri pernyataannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok