Berita, Ekonomi

Prabowo Tanggapi Santai Rupiah Anjlok Ekonom Prof Ferry Latuhihin Tegaskan Kebijakan Kurs Rugikan Rakyat Desa

Repelita.net

17 May 2026 00:08 WIB • 1,318 view

Prabowo Tanggapi Santai Rupiah Anjlok Ekonom Prof Ferry Latuhihin Tegaskan Kebijakan Kurs Rugikan Rakyat Desa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sikap tenang yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons keterpurukan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka 17.600 per dolar Amerika Serikat menuai polemik besar lantaran landasan argumennya yang meyakini warga pedesaan aman dari dampak depresiasi mata uang dinilai sangat tidak akurat.

Pakar ekonomi makro Prof Ferry Latuhihin secara terbuka menyanggah keyakinan sepihak kepala negara tersebut dan menegaskan bahwa asumsi mengenai kekebalan ekonomi masyarakat perdesaan terhadap fluktuasi valuta asing merupakan sebuah kekeliruan fatal akibat pasokan data yang menyesatkan.

ADVERTISEMENT

Menurut analisisnya, seluruh lapisan masyarakat di wilayah pelosok dipastikan bakal menanggung beban berat akibat pelemahan nilai tukar domestik ini mengingat rantai pasok kebutuhan pokok dan barang konsumsi harian di Indonesia masih memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap keran impor.

"Salah pak, kalau dolar naik semua orang kena pak. Orang utan juga kena pak," kata Ferry menerangkan dampak sistemik tersebut sebagaimana dikutip dari unggahan akun media sosial X milik Hendri Satrio yang dipublikasikan pada hari Sabtu (16/5/2026).

Ia memaparkan bahwa skema pengadaan energi seperti bahan bakar minyak serta komoditas pangan esensial lainnya wajib diselesaikan menggunakan denominasi mata uang asing, sehingga lonjakan biaya logistik global secara otomatis akan langsung mendongkrak indeks harga jual di tingkat pedagang eceran terkecil.

"Impor BBM itu bayar pakai apa pak kalau bukan dolar? Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena pak. Dolar naik, harga minyak naik emang produksi enggak pakai minyak pak? Itu akan dipasang ke harga konsumen akhir ya sampai sekarang minyak goreng aja pak itu udah naik 25 persen loh. Yang harga 36 ribu udah 45 ribu," urai Ferry menjelaskan kalkulasi riil di pasar domestik.

Penduduk di kawasan pedalaman yang secara faktual tidak bersentuhan langsung dengan lembaran mata uang asing dipastikan tetap menjadi korban nyata dari inflasi moneter ini karena daya beli mereka langsung merosot tajam saat harus menebus barang kebutuhan dasar dengan mata uang rupiah yang nilainya kian melemah.

"Memang mereka tidak pegang dolar, pegang rupiah juga kadang-kadang kok namanya orang desa enggak punya income apa-apa tapi kalau bapak bilang orang desa tidak pegang dolar and tidak menjadi korban daripada dolar, bapak salah," pungkasnya membedah kekeliruan cara pandang otoritas pemerintahan.

Melalui peringatan ilmiah tersebut, kalangan akademisi mendesak agar presiden segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja tim penasihat ekonomi kepresidenan yang dituding sengaja memanipulasi informasi riil di lapangan guna menutup-nutupi keparahan kondisi stabilitas moneter nasional saat ini.

"Bapak dibohongin oleh orang-orang bapak," cetus ekonom senior tersebut saat menutup pernyataan kritisnya demi menyelamatkan daya beli masyarakat kecil di seluruh pelosok daerah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung