Berita, Ekonomi

Prabowo Subianto Sentil Elite Borjuis yang Takut Dolar dan BBM, Tegaskan Mental Inferior Ancam Kedaulatan Nasional, Kita akan Jadi Bangsa yang Lemah

Repelita.net

20 May 2026 21:47 WIB • 938 view

Prabowo Subianto Sentil Elite Borjuis yang Takut Dolar dan BBM, Tegaskan Mental Inferior Ancam Kedaulatan Nasional, Kita akan Jadi Bangsa yang Lemah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pucuk pimpinan eksekutif tertinggi nasional memberikan sentilan tajam kepada jajaran kelompok borjuis yang dinilai terlalu cemas menghadapi fluktuasi mata uang asing serta potensi kelangkaan pasokan energi fosil domestik.

Kepala negara menegaskan bahwa mentalitas inferior yang diidap oleh segelintir kalangan berpengaruh tersebut berisiko besar mengikis kedigdayaan tanah air dalam percaturan geopolitik global global.

ADVERTISEMENT

Sikap pesimistis tersebut dikritik secara terbuka di hadapan sidang legislatif melalui pernyataan “Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa jaga kedaulatan kita. Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dolar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut,” di kompleks parlemen.

Meskipun tanah air dianugerahi kekayaan alam yang sangat melimpah, sang kepala pemerintahan membeberkan realitas pahit mengenai terjadinya kebocoran modal ke luar negeri yang sudah berlangsung sejak beberapa dekade silam.

Dirinya mengidentifikasi adanya kekeliruan mendasar pada peta jalan perekonomian domestik yang dinilai tidak searah dengan visi besar menuju kemandirian ekonomi yang seutuhnya.

Presiden menjabarkan adanya problem struktural yang membedakan kondisi nasional dengan beberapa negara berkembang lain melalui penegasan “Mungkin perbedaan kita dengan negara seperti Meksiko, India, Filipina, dan lain sebagainya adalah perbedaan sistemik. Kita harus lihat fakta, fakta kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita menjadi bangsa yang makmur,” di depan podium.

Di tengah penyampaian pidato kenegaraan yang berapi-api tersebut, indikator moneter domestik pada pasar perdagangan finansial harian terpantau masih mengalami tekanan yang cukup masif terhadap mata uang global.

Nilai tukar mata uang fiat nasional dibuka merosot pada zona merah seiring laju depresiasi yang menempatkan posisi rupiah pada peringkat terbawah dalam jajaran mata uang utama di kawasan regional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung