Repelita Jakarta - Isu mengenai kemungkinan perombakan kabinet di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai ramai diperbincangkan di ruang publik dalam beberapa waktu terakhir .
Kabar ini semakin menguat setelah beredar informasi bahwa reshuffle akan dilakukan dalam waktu dekat dengan skala yang terbatas namun mencakup posisi-posisi strategis .
ADVERTISEMENT
Menurut informasi yang dihimpun Tribunnews.com pada Senin (27/4/2026), sejumlah posisi strategis setingkat menteri hingga kepala lembaga disebut akan mengalami pergantian secara signifikan .
Dinamika politik ini memunculkan berbagai spekulasi liar mengenai siapa saja figur yang akan mengisi posisi baru tersebut di jajaran Kabinet Merah Putih .
Salah satu nama yang paling mencuat adalah Dudung Abdurachman yang dikabarkan akan dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Presiden menggantikan Muhammad Qodari yang selama ini menjabat .
Sementara itu Qodari sendiri disebut-sebut akan dialihkan ke posisi baru sebagai Juru Bicara Presiden sekaligus merangkap sebagai Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan atau Bakom .
Penempatan ini dinilai sangat strategis oleh para pengamat karena Qodari diharapkan mampu memperkuat komunikasi publik pemerintah yang selama ini dinilai masih menjadi titik lemah utama .
Selain itu perubahan juga diperkirakan akan terjadi pada posisi Kepala Badan Karantina yang kabarnya akan diisi oleh Abdul Kadir Karding .
Nama lain yang turut disebut dalam bursa reshuffle adalah Hasan Nasbi yang berpotensi menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi menurut sumber yang belum terverifikasi .
Berbagai kemungkinan perombakan ini menunjukkan bahwa fokus reshuffle tampaknya berkaitan erat dengan penguatan sektor komunikasi dan koordinasi pemerintahan yang selama ini dianggap kurang optimal .
Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews.com melalui pesan WhatsApp, Muhammad Qodari memberikan tanggapan yang sangat singkat namun penuh makna .
"Mohon doa yang terbaik," tulis Qodari yang diakhiri dengan emotikon senyum menandakan ketenangannya menghadapi isu yang beredar .
Di tengah merebaknya kabar tersebut, Presiden Prabowo juga diketahui melakukan sejumlah pertemuan penting dengan tokoh-tokoh kunci dalam beberapa hari terakhir .
Salah satu pertemuan yang paling mencuri perhatian adalah pertemuan empat mata dengan Luhut Binsar Panjaitan pada hari Selasa tanggal 23 April lalu .
Tak lama setelah pertemuan dengan Luhut, Presiden Prabowo juga memanggil Dudung Abdurachman secara mendadak ke Istana Kepresidenan .
Pertemuan-pertemuan ini kemudian ditafsirkan oleh berbagai kalangan sebagai sinyal awal adanya penataan ulang dalam susunan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat .
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ketika ditanya mengenai isu perombakan kabinet hanya memberikan jawaban yang sangat singkat dan diplomatis .
“Tunggu saja,” kata Teddy singkat di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (7/4/2026) beberapa pekan yang lalu .
Menurut pernyataan Teddy, soal perombakan kabinet akan disampaikan secara langsung oleh Presiden Prabowo sendiri pada saat yang tepat .
“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” katanya menegaskan bahwa dirinya tidak berwenang mengumumkan perubahan susunan kabinet sebelum presiden berbicara .
Sinyal keras mengenai perlunya reshuffle juga datang dari internal koalisi partai pengusung pemerintah .
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan bahwa reshuffle harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan termasuk mengganti menteri yang dinilai tidak produktif .
"Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia," kata Idrus kepada wartawan pada Senin (27/4/2026) dengan nada tegas .
Menurut Idrus isu reshuffle tidak boleh direduksi hanya sebagai pergantian figur semata karena lebih dari itu merupakan instrumen penting dalam sistem pemerintahan presidensial .
Persoalan utama yang dihadapi pemerintahan saat ini menurut Idrus bukan terletak pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian .
"Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta presiden turun. Masalahnya bukan pada presiden tetapi pada pembantu-pembantunya," ucapnya memberikan pembelaan kepada presiden .
Sebagai catatan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan perombakan kabinet sebanyak tiga kali sejak pertama kali menjabat pada bulan Oktober 2024 lalu .
Reshuffle pertama terjadi pada 19 Februari 2025 di mana Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto .
Reshuffle kedua dilakukan pada 8 September 2025 yang melibatkan perubahan sejumlah posisi menteri dan wakil menteri termasuk pengisian jabatan yang sempat kosong .
Reshuffle ketiga terjadi pada 17 September 2025 di mana Erick Thohir digeser menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dari posisi sebelumnya .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok