Berita, Nasional

Polri Usut Penyekapan dan Penganiayaan WNI oleh Sindikat Tambang Timah Ilegal di Malaysia

Repelita.net

18 May 2026 12:49 WIB • 737 view

Polri Usut Penyekapan dan Penganiayaan WNI oleh Sindikat Tambang Timah Ilegal di Malaysia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Korps Bhayangkara bergerak cepat mengusut insiden kekerasan fisik yang menimpa seorang pekerja migran asal Indonesia akibat ulah jaringan kejahatan tambang timah ilegal di wilayah jiran Malaysia.

Langkah penyelamatan serta pemulihan kondisi korban kini menjadi prioritas utama penanganan perkara lintas negara tersebut melalui kerja sama intensif antarinstansi diplomatik dan kepolisian antarbangsa.

ADVERTISEMENT

Pimpinan kepolisian melalui Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Irhamni, mengonfirmasi bahwa otoritasnya sedang menjalin komunikasi erat dengan Divhubinter serta Atase Kepolisian Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur untuk mengamankan hak korban.

Persoalan krusial ini mencuat ke permukaan setelah Atase Kepolisian menerima aduan resmi pada 16 Mei 2026 terkait penyekapan serta penyiksaan sadis terhadap seorang warga asal Prabumulih, Sumatera Selatan, berinisial DC.

Kondisi fisik korban dilaporkan sangat memprihatinkan dengan luka patah pada bagian kaki serta benturan keras di area tangan dan kepala akibat tindakan represif dari komplotan penyelundup barang tambang tersebut.

Pihak Atase Kepolisian awalnya berkoordinasi dengan Ibu Pejabat Polis Daerah Kuala Langat sebelum akhirnya melimpahkan berkas ke wilayah hukum Ibu Pejabat Polis Daerah Sepang yang teridentifikasi sebagai lokasi rill tempat kejadian perkara.

Aparat dari Balai Polis Sungai Pelek langsung diterjunkan ke titik lokasi penyekapan untuk melakukan penyerbuan taktis hingga akhirnya nyawa korban berinisial DC berhasil diselamatkan dari cengkeraman para pelaku.

Berdasarkan pengakuan awal dari korban yang bersangkutan, dirinya mengaku diintimidasi secara paksa untuk mengangkut komoditas timah dari tanah air menuju Malaysia setelah sebelumnya terbujuk rayuan manis sindikat penjahat tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung