Berita, Internasional

Pidato Trump Gagal Beri Kepastian, Harga Minyak Dunia Meroket, Brent Tembus 107 Dolar, WTI 105 Dolar per Barel

Repelita.net

02 April 2026 13:08 WIB • 934 view

Pidato Trump Gagal Beri Kepastian, Harga Minyak Dunia Meroket, Brent Tembus 107 Dolar, WTI 105 Dolar per Barel
Foto: Istimewa

Repelita London - Pasar energi global kembali mengalami guncangan hebat pada perdagangan Kamis (2/4/2026) dengan harga minyak mentah dunia meroket tajam lebih dari 5 dolar per barel setelah pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai pelaku pasar tidak memberikan kepastian konkret mengenai penyelesaian konflik bersenjata.

Minyak mentah berjangka jenis Brent mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 6,33 dolar atau naik sekitar 6,3 persen hingga menyentuh level 107,49 dolar per barel.

ADVERTISEMENT

Kondisi serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang merangkak naik 5,28 dolar atau setara 5,3 persen menuju angka 105,40 dolar per barel.

Lonjakan harga ini terjadi secara dramatis sesaat setelah Trump memberikan pidato melalui televisi nasional, padahal sesaat sebelum pidato dimulai harga minyak sempat menunjukkan tren penurunan lebih dari 1 dolar per barel akibat spekulasi positif pasar.

Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa militer Amerika Serikat sudah berada di ambang penyelesaian tugas dan memprediksi perang akan tuntas dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan, namun sayangnya ia tidak memaparkan rincian teknis maupun keterlibatan diplomatik yang jelas.

“Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kami sudah sangat dekat,” ujar Trump dalam pidatonya.

Analis Pasar Senior dari Philip Nova, Priyanka Sachdeva, menilai bahwa reaksi pasar merupakan bentuk kekecewaan atas absennya sinyal gencatan senjata yang jelas dalam pidato tersebut.

Menurutnya, ketidakpastian ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan jangka panjang di jalur maritim internasional.

“Pasar bereaksi keras karena tidak ada penyebutan eksplisit soal diplomasi atau penghentian serangan. Jika risiko jalur distribusi maritim terus meningkat, bukan tidak mungkin harga minyak akan menguji level tertinggi baru dalam waktu dekat,” ungkap Priyanka.

International Energy Agency (IEA) juga merilis peringatan serius mengenai dampak ekonomi global dengan memprediksi bahwa gangguan pasokan minyak mentah ini akan mulai memukul stabilitas ekonomi di kawasan Eropa mulai April ini.

Kenaikan harga energi yang tidak terkendali ini diprediksi akan memicu tekanan inflasi di berbagai belahan dunia, memaksa pelaku industri dan konsumen untuk bersiap menghadapi biaya operasional yang jauh lebih tinggi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung