Berita, Viral Sosmed

Pernyataan Dingin Green SM Usai Tragedi Bekasi Picu Boikot Publik

Repelita.net

28 April 2026 11:53 WIB • 1,222 view

Pernyataan Dingin Green SM Usai Tragedi Bekasi Picu Boikot Publik
Foto: Istimewa

Repelita Bekasi - Sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan taksi listrik Green SM menuai kecaman luas dan kritik pedas dari publik.

Hal ini dipicu oleh insiden naas yang melibatkan salah satu armada mereka di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.

ADVERTISEMENT

Peristiwa tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya dengan Commuter Line terjadi sekitar pukul 20.55 WIB di lokasi yang sama.

Meskipun masyarakat menaruh perhatian penuh pada tragedi tersebut, sorotan tajam justru tertuju pada absennya ungkapan duka cita ataupun permintaan maaf dari pihak manajemen taksi hijau.

“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekas Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” demikian bunyi pembuka dalam klarifikasi resmi mereka pada Selasa, 28 April 2026.

Kalimat pembuka yang kering dan tanpa sentuhan empati tersebut langsung memicu gelombang kemarahan warganet di berbagai platform media sosial.

Akibat tekanan yang begitu deras, pihak Green SM akhirnya mengambil langkah kontroversial dengan menutup total kolom komentar di akun Instagram dan TikTok resmi mereka.

Tak hanya itu, seruan untuk memboikot perusahaan asal Vietnam tersebut mulai bergema keras dari berbagai kalangan masyarakat.

“Boikot masyarakat jgn ada yg mau naik taxi ini lagi,” kata seorang warganet dengan nada kesal.

“Untuk 3 tahun ke depan boikot taksi Green dulu sampai management dan supir nya berbenah,” kata netizen lainnya menimpali.

Sementara itu, korban jiwa akibat tragedi maut ini terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih berlangsung.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan data terbaru dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa pagi.

“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," jelas Bobby.

Seluruh korban luka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit yang tersebar di wilayah Bekasi.

Daftar rumah sakit tersebut meliputi RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Bekasi Barat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

T
Teguh Pribadi Wibowo 28/04/2026

Maaf bukan meng anulir rasa iri tetapi bebenah GM TAXI VIETNAM ini beberapa kali kejadian lalu di lintasan REL KAI di KEMAYORAN JKT dan rata2 kejadian error pas diatas Rel KAI PASTI ADA SYSTEM KE LISTRIK AN yg berpengaruh di beberapa insiden yang tidak di laporkan dan diperhatikan PENGEMUDI nya ke management GM taxi ini COBA DITELUSURI FACTOR KEJADIAN YANG LALU DAN TERAKHIR INI

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung