Repelita Washington DC - Percakapan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan hangat di platform media sosial X, di mana terungkap bahwa Netanyahu lah yang justru mendorong Trump untuk terus menyerang Iran.
Meskipun negaranya telah porak-poranda setelah mendapat serangan balasan dari Iran, Netanyahu seakan tidak kapok dan justru ingin perang terus berlanjut.
ADVERTISEMENT
Bahkan dikabarkan bahwa Netanyahu kembali menghasut Trump untuk tidak mengakhiri perang di tengah upaya negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Dilansir dari Anadolu Agency, dalam percakapan telepon pada hari Minggu (5/4/2026), Netanyahu dilaporkan menyampaikan keraguannya mengenai kemungkinan gencatan senjata dengan Iran.
Namun Trump justru menyampaikan pandangan berbeda, bahwa gencatan senjata dengan Iran bisa tercapai jika Teheran bersedia menyetujui tuntutan AS.
Tuntutan tersebut meliputi penyerahan seluruh uranium yang telah diperkaya oleh Iran serta komitmen untuk tidak melanjutkan aktivitas pengayaan uranium di masa depan.
Keesokan harinya, yakni pada Senin (6/4/2026), Netanyahu mengunggah hasil pembicaraannya dengan Trump di akun X miliknya.
Ia juga memuji Trump setelah militer AS berhasil menemukan dan menyelamatkan pilot pesawat F-15A yang jet tempurnya ditembak jatuh oleh pasukan Iran.
"Saya berbicara dengan Presiden @realDonaldTrump dan secara pribadi mengucapkan selamat atas keputusan berani dan misi Amerika yang terlaksana dengan sempurna menyelamatkan pilot yang jatuh dari wilayah musuh," tulis Netanyahu di X.
Menurut Netanyahu, dalam percakapan tersebut Trump juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh Negeri Zionis.
Netanyahu lalu menyatakan kebanggaannya atas hubungan AS-Israel yang semakin menguat, terutama setelah kedua negara bersama-sama menggempur Iran habis-habisan.
"Saya sangat bangga bahwa kerja sama kita di medan perang maupun di luar medan perang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Netanyahu dalam unggahannya.
Percakapan telepon antara kedua kepala negara ini muncul setelah pejabat AS mengungkapkan bahwa para negosiator sedang membahas kemungkinan gencatan senjata sementara selama 45 hari.
Namun sejumlah pejabat Iran menolak usulan tersebut dan mendesak adanya gencatan senjata permanen yang mengakhiri perang secara total.
Iran juga baru saja mengirimkan proposal resmi mereka ke Pakistan selaku mediator untuk selanjutnya ditunjukkan kepada Amerika Serikat.
Dalam usulannya, Iran ingin AS menghentikan seluruh peperangan hingga membayar ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS dan Israel selama konflik berlangsung.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok