Berita, Nasional

Pemerintah Optimalkan MBG Jadi 5 Hari Seminggu, Hemat Rp20 Triliun Kecuali Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi Tetap 6 Hari

Repelita.net

01 April 2026 11:42 WIB • 850 view

Pemerintah Optimalkan MBG Jadi 5 Hari Seminggu, Hemat Rp20 Triliun Kecuali Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi Tetap 6 Hari
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemerintah resmi mengoptimalisasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran negara, dengan mengubah jadwal distribusi yang sebelumnya enam hari dalam sepekan menjadi lima hari dalam sepekan.

Kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers pada Selasa (31/3/2026), sebagaimana dilansir dari Press Release Badan Komunikasi Pemerintah RI.

ADVERTISEMENT

“Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” kata Airlangga.

Meskipun demikian, pemerintah menegaskan adanya pengecualian untuk kelompok penerima tertentu seperti sekolah berasrama, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta daerah dengan angka stunting tinggi.

Untuk wilayah dan kelompok tersebut, distribusi MBG tetap dilakukan selama enam hari yakni Senin hingga Sabtu tanpa pengurangan jadwal.

Optimalisasi ini merupakan bagian dari kebijakan transformasi budaya kerja dan penghematan energi yang mulai diterapkan pemerintah pada 1 April 2026.

Dengan perubahan jadwal distribusi tersebut, pemerintah memperkirakan dapat menghemat anggaran hingga Rp20 triliun dari program yang menjadi prioritas nasional ini.

“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” ujar Airlangga.

Hingga awal Maret 2026, jumlah penerima manfaat program MBG tercatat telah mencapai lebih dari 60 juta orang yang mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia (lansia).

Pemerintah menilai langkah optimalisasi ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program prioritas sekaligus memastikan anggaran negara tetap efisien tanpa mengurangi perhatian terhadap wilayah rentan dan kelompok dengan kebutuhan gizi tinggi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung