Berita, Nasional

PDIP Tegaskan Hubungan Politik dengan Jokowi Sudah 'Kartu Mati' dan Bersimpang Jalan

Repelita.net

16 September 2026 17:03 WIB • 110 view

PDIP Tegaskan Hubungan Politik dengan Jokowi Sudah 'Kartu Mati' dan Bersimpang Jalan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pimpinan Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Said Abdullah menyatakan bahwa partainya sudah tidak lagi memiliki ikatan kepentingan politik bersama mantan Presiden Joko Widodo.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung sebagai tanggapan atas isu rencana pertemuan antara Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dengan Joko Widodo yang sempat beredar di ruang publik.

ADVERTISEMENT

"Kita sudah bersimpang jalan secara politik, berbeda sudah. PDIP tetap teguh pada pendiriannya," ungkap Said saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen pada hari Senin, 14 September 2026.

Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran kader partai kini dipusatkan untuk mengawal masa depan organisasi serta menjalankan agenda kerakyatan di bawah komando Megawati Soekarnoputri.

"Kita tidak pernah lagi berpikir Pak Jokowi, kita tidak pernah lagi berpikir tentang siapa pun. Bagaimana kita mengawal partai ini ke depan, itu perintah Ibu Ketua Umum," tuturnya.

Bahkan, ia menggunakan perumpamaan lugas untuk menegaskan bahwa lembaran relasi politik di masa lalu antara partainya dengan sang mantan kepala negara sudah tertutup rapat.

"Yang kartunya mati jangan dihidupkan lagi," kata dia menegaskan.

Pernyataan ini menandai titik balik paling tajam mengingat kedua belah pihak pernah berada dalam satu gerbong koalisi besar yang mengusung berbagai kemenangan politik strategis sebelumnya.

Partai berlambang banteng tersebut tercatat pernah mengantarkan Joko Widodo menduduki kursi kepemimpinan eksekutif mulai dari tingkat kepala daerah hingga kemenangan dua periode pemilihan presiden.

Namun dinamika politik nasional mengalami pergeseran drastis menjelang perhelatan pemilu presiden tahun 2024 akibat perbedaan arah dukungan politik serta pencalonan kontestan.

Partai pengusung utama tersebut memilih mengusung pasangan calon berbeda, sementara putra sulung sang mantan presiden justru melangkah dalam kontestasi yang berseberangan dengan kubu partai.

Kondisi tersebut memperlebar jarak komunikasi politik hingga akhirnya pimpinan partai memutuskan untuk benar-benar menempuh haluan independen demi konsolidasi internal organisasi ke depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung