Berita, Nasional

Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo Ajak Main Film Dayak Jadi Pemeran Utama

Repelita.net

23 May 2026 00:23 WIB • 824 view

Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo Ajak Main Film Dayak Jadi Pemeran Utama
Foto: Istimewa

Repelita Surakarta - Tokoh tertinggi organisasi adat kawasan Kalimantan melangsungkan kunjungan kekeluargaan ke kediaman pribadi mantan kepala negara di wilayah Jawa Tengah guna mendiskusikan pelestarian tradisi leluhur Nusantara.

Dalam dialog santai tersebut pihak delegasi adat menyampaikan gagasan inovatif berupa proyeksi keterlibatan sang tokoh nasional dalam industri sinematografi berbasis kearifan lokal.

ADVERTISEMENT

Mantan pemimpin republik tersebut diproyeksikan untuk mengisi posisi karakter sentral dalam produksi layar lebar kolosal yang mengupas heroisme serta historisitas masyarakat pedalaman Borneo.

“Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif semuanya tentang budaya,” ujar Panglima Jilah, Rabu (20/5/2026).

Alur cerita yang tengah digodok oleh tim kreatif tersebut nantinya bakal mengeksplorasi jejak rekam peradaban kuno termasuk jalinan diplomasi kebudayaan dengan penguasa tanah Jawa di era kejayaan masa lampau.

Kehadiran mantan presiden dalam proyek seni ini dinilai strategis karena figur beliau diyakini mampu mendongkrak atensi publik terhadap nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam adat istiadat setempat.

“Eh pokoknya peran beliau peran utama, ya. Nanti akan kita buat sebaik mungkin. Filmnya menceritakan cerita-cerita Dayak di masa lampau, bagaimana kolaborasi Dayak dengan Jawa, Majapahit,” tuturnya.

Langkah memproduksi karya audio visual berbasis sejarah ini dipandang sebagai media edukasi kontemporer yang efektif guna memperkenalkan kekayaan antropologi daerah kepada generasi muda siber.

Selain membicarakan proyeksi industri kreatif, pucuk pimpinan pasukan adat tersebut juga menyerahkan lembar undangan kehormatan terkait perhelatan ritus tahunan yang dijadwalkan berlangsung triwulan mendatang.

“Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kita mengundang beliau untuk datang di acara adat budaya di bulan delapan,” katanya.

Pertemuan lintas elemen ini menarik perhatian publik karena memperlihatkan bagaimana diplomasi kebudayaan dapat dikemas secara populer tanpa menghilangkan marwah kesakralan tradisi asli Nusantara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung