Berita, Nasional

Oknum TNI Polri Diduga Backing Tambang Emas Ilegal di Madina

Repelita.net

03 May 2026 15:19 WIB • 896 view

Oknum TNI Polri Diduga Backing Tambang Emas Ilegal di Madina
Foto: Istimewa

Repelita Mandailing Natal - Praktik pertambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat di Kabupaten Mandailing Natal dinilai sudah sangat merusak ekosistem sungai dan lingkungan hutan di daerah tersebut.

Maraknya pertambangan emas tanpa izin atau PETI ini diduga kuat karena adanya oknum TNI dan Polri yang memberikan backing atau sokongan keamanan di Madina Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing, Tan Gozali Nasution, dalam keterangan tertulis kepada media pada Minggu (3/5/2026) menjelaskan bahwa oknum anggota TNI dan Polri terlibat secara terang-terangan dalam menyediakan jasa keamanan bagi para pengusaha alat berat.

Dalam laporan yang didapatnya, kata Tan Gozali, di Kecamatan Lingga Bayu dan Kecamatan Siabu yang tempo hari sempat ditertibkan Polda Sumut terdapat beberapa oknum polisi yang terlibat dalam kegiatan pembekingan alat berat PETI.

Beberapa oknum tersebut berinisial AL dan AS yang hanya mendapatkan sanksi pemindahan tugas dari lokasi semula tanpa hukuman yang tegas.

"Tapi kan itu hanya diganti dan saat ini nama MD atau Mnk di Polres yang diduga sebagai backing para mafia PETI di Batang Natal dan Linggabayu. Ini harus diusut Mabes Polri," ungkap Tan Gozali dengan nada mendesak.

Sementara itu untuk oknum aparat TNI, menurut Tan Gozali, saat ini santer terdengar nama AL atau ZL yang bertugas di Kodam I Bukit Barisan sebagai pelaku backing tambang ilegal.

Selain itu ada inisial BP atau B yang namanya sangat tenar di wilayah Kotanopan sebagai sosok di balik pendukung PETI ekskavator atau alat berat.

Dia meminta Detasemen Polisi Militer untuk segera memeriksa oknum anggota TNI yang terlibat dalam kegiatan backing tambang emas ilegal di Madina.

"Denpom harus periksa ini. Jangan hanya nunggu laporan warga. Malu kita aparat kita justru seperti penjajah rakyat," kata Tan Gozali yang merupakan mantan Ketua KNPI Kabupaten Mandailing Natal tersebut.

Sementara itu Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (3/5/2026) belum memberikan tanggapan apapun terkait adanya oknum anggotanya yang terlibat backing tambang emas ilegal.

Begitu juga saat telepon dicoba dihubungi, sang kapolres tidak mengangkat meskipun terlihat ponsel miliknya dalam kondisi aktif dan berfungsi dengan baik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung