Repelita Jakarta - Maudy Asmara menyoroti kasus siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis atau MBG di sebuah sekolah.
Melalui unggahan akun X @Mdy_Asmara1701 pada 9 September 2026 pukul 18.47 WIB, Maudy menyertakan rekaman pernyataan Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni'wati, yang disebut mengonfirmasi data awal mengenai kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
“Niatnya Bagi Gizi, Malah Jadi Musibah Massal. Rekaman pernyataan Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni'wati, mengonfirmasi data awal Dinas Kesehatan mengenai ratusan siswa dan guru yang bertumbangan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis/MBG...”
Dalam unggahan berikutnya, Maudy menyebut jumlah warga sekolah yang mengalami gejala mencapai 136 siswa dan satu guru dengan keluhan kesehatan yang beragam.
“Total ada 136 siswa dan satu guru yang bergejala mual, pusing, hingga diare parah. Ini bukan lagi sekadar 'kendala lapangan', melainkan alarm keras untuk sistem pengawasan dapur penyedia.”
Maudy kemudian mempertanyakan kondisi pelaksanaan program nasional tersebut setelah munculnya kejadian yang membuat pihak sekolah harus menghadapi penanganan medis.
“Bagaimana bisa program nasional yang digadang-gadang mencetak generasi emas justru berakhir di aula sekolah dengan tim medis dan ambulans? Hak anak-anak adalah makanan yang aman, bukan eksperimen sanitasi yang mengorbankan kesehatan mereka! [#MakanBergiziGratis] [#KritikMBG]”
Unggahan Maudy juga mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna X yang memberikan penilaian dan pertanyaan berbeda mengenai persoalan MBG.
Akun @ridwan_har mengaitkan peristiwa tersebut dengan kemungkinan menjadi bahan politik pada masa mendatang melalui komentar yang ditulisnya.
“Prestasi Prabowo....yang harus dipuja puji saat mencalonkan diri jadi Presiden lagi ?”
Sementara itu, akun @njakariis mempertanyakan dampak program MBG terhadap generasi muda dengan menyampaikan pertanyaan singkat.
“Apakah MBG adalah program penghancuran generasi”
Komentar lain datang dari akun @Thondhanks yang menyoroti tidak disebutkannya pihak pengelola SPPG dalam berbagai kasus keracunan MBG yang menjadi perhatian publik.
“Dari sekian byk kasus keracunan MBG tak satupun yg menyebut siapa pengelola SPPGnya. Apakah ini persaingan bisnis, sabotase tuk menjatuhkan sesama SPPG atau Sabotase trhdp programnya...”
Akun @antonioardoko juga mempertanyakan adanya kejadian makanan yang disebut bergizi tetapi justru dikaitkan dengan persoalan kesehatan.
“Aneh ya, kok sekarang ada yang namanya makanan bergizi tapi beracun. Ada apa dibalik semua peristiwa ini?”
Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan beragam respons pengguna media sosial terhadap persoalan keamanan makanan dalam pelaksanaan MBG.
Peristiwa di SMAN 1 Tunjungan menjadi sorotan karena jumlah siswa dan guru yang disebut mengalami gejala cukup banyak, sementara Maudy menekankan pentingnya pengawasan terhadap dapur penyedia makanan dalam program tersebut.
Di tengah perdebatan itu, terdapat pula komentar yang mengingatkan agar persoalan MBG tidak hanya dilihat dari sisi kesehatan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai dimensi lain dalam pelaksanaan program nasional tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Niatnya Bagi Gizi, Malah Jadi Musibah Massal.
— Maudy Asmara (@Mdy_Asmara1701) September 9, 2026
Rekaman pernyataan Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni'wati, mengonfirmasi data awal Dinas Kesehatan mengenai ratusan siswa dan guru yang bertumbangan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis/MBG... pic.twitter.com/zSqgqkCyPT