Repelita Jakarta - Dinamika fluktuasi nilai tukar mata uang domestik yang sempat menyentuh angka psikologis baru memicu ingatan kolektif publik pada memori krisis moneter hebat pra-reformasi abad lalu.
Langkah taktis yang pernah diambil oleh jajaran teknokrat di masa lalu kini kembali menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pengguna platform digital X pada pertengahan Mei dua ribu dua puluh enam.
ADVERTISEMENT
Masyarakat internet tampak membandingkan performa kepemimpinan masa transisi dengan realitas kondisi makroekonomi saat ini yang dinilai memerlukan penanganan yang jauh lebih terukur serta bervisi jelas.
Sejarah mencatat bahwa penguatan nilai tukar domestik paling fenomenal dari level belasan ribu kembali ke koridor ribuan per dolar terjadi di bawah kendali presiden berlatar teknokrat dirgantara.
Strategi penyelamatan moneter yang dianalogikan mirip mengendalikan pesawat kehilangan daya angkat tersebut berhasil meredam gejolak pasar uang global hanya dalam kurun waktu belasan bulan masa jabatan.
Aksi tanggap tersebut menuai banyak apresiasi lewat unggahan dari akun media sosial x.com/kalistohenituse yang merilis pernyataan pada tanggal enam belas Mei dua ribu dua puluh enam berbunyi "B.J. Habibie rahimahullah dulu nggak ada ambisi pribadi. Pokoknya selamatkan rupiah, trus jalankan pemilu sedemokratis mungkin. Setahun menjabat, kelar. It's refreshing to have a leader who's smart, but didn't really want power. rindu punya pemimpin yg punya marwah."
Unggahan tersebut segera memicu respons berantai dari pengguna lain seperti akun x.com/shabanmortaviel yang ikut menuliskan pandangannya pada tanggal yang sama dengan menyatakan "if we come out we'll better than before" bener bener bikin tenang.
Penilaian mengenai kemampuan komunikasi publik seorang kepala negara dalam menenangkan gejolak pasar modal juga ditegaskan kembali oleh akun x.com/kalistohenituse lewat cuitan tambahannya yang berbunyi Dia tau cara buat investor dan masyarakat tenang.
Kebutuhan akan adanya perencanaan strategis jangka panjang yang matang dalam menghadapi ancaman depresi ekonomi regional turut disuarakan oleh netizen melalui akun x.com/pabrik90 yang menyatakan Nah harusnya kyk gini seorang pemimpin dlm menyikapi problem di dlm negerinya, ada rencana yg terukur buat keluar dr masalah n harus punya solusinya.
Kritik terhadap model komunikasi kepemimpinan era modern juga dilayangkan secara terbuka oleh akun x.com/malaikatampan pada tanggal enam belas Mei dua ribu dua puluh enam yang mengekspresikan kekecewaannya dengan menulis BENER BENER UCAPAN PEJABAT PUBLIK !!! Pemilihan kata Cara berbicara Gestur Bener bener jauh berbeda. Kacau.
Kekecewaan netizen terkait kemerosotan kualitas pengambilan kebijakan ekonomi juga terlihat dari cuitan akun x.com/StretfordHarris pada tanggal enam belas Mei dua ribu dua puluh enam dengan kalimat Beda banget jujur cara pemikiran dan pemecahan masalahnya kedua presiden ini. What a massive downgrade from Pak Habibie to the current president.
Penilaian objektif mengenai kapabilitas intelektual seorang pemimpin dalam menavigasi badai krisis keuangan turut diunggah oleh akun x.com/adindarizz pada tanggal enam belas Mei dua ribu dua puluh enam yang menyampaikan pandangan tajam Ternyata sangat jauh ya perbedaan orang cerdas dan bodoh, bagaikan langit & bumi. Pantes sih klo The Economist bilang Prabowo membuat penurunan ekonomi menjadi 20th terbelakang.
Kerinduan publik akan figur pemimpin berkarakter tenang namun taktis dalam mengeksekusi solusi ekonomi juga diutarakan oleh akun x.com/chinkmoo pada tanggal enam belas Mei dua ribu dua puluh enam dengan pernyataan Jd kliatan beda kelasnya yaaa Pak Habibie we need you Or somebody else yg secerdas Habibie dan pnya niat baik perbaiki negara ini plisss.
Gaya kepemimpinan yang mengutamakan rasionalitas serta pendekatan ilmiah terbukti lebih mampu memberikan rasa aman bagi pelaku usaha sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat terbawah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Kangen sosok pemimpin yang bisa menjelaskan masalah ekonomi pelik jadi bahasa yang mudah dipahami, tanpa meremehkan dampak yang dirasakan rakyat bawah
— elᲘ⑅𐑼 (@elluviee) May 16, 2026
kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, "karena kita akan belajar dari kesalahan-kesalahan kami dan juga dari kesalahan yang lain." (B.J. Habibie, 1998)
— kale (@kalistohenituse) May 16, 2026
Meanwhile prabowo?????
"Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"
meanwhile habibie pas rupiah melemah & krisis moneter: https://t.co/5oZYR4yh6q pic.twitter.com/xsuRc4Yeta
— kale (@kalistohenituse) May 16, 2026