Berita, Timur Tengah

Negosiasi Iran-AS Alot, Trump Kembali Ancang-Ancang Serang Habis-habisan

Repelita.net

07 April 2026 14:23 WIB • 851 view

Negosiasi Iran-AS Alot, Trump Kembali Ancang-Ancang Serang Habis-habisan
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai proposal gencatan senjata yang diajukan Iran masih belum cukup baik, meskipun ia mengakui adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi antara kedua negara yang tengah berseteru.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di halaman selatan Gedung Putih saat berlangsungnya acara tradisional menggulirkan telur Paskah pada Senin (6/4) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

"Mereka mengajukan proposal, dan itu proposal yang signifikan. Itu langkah yang signifikan," ujar Trump, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut belum cukup untuk memenuhi tuntutan Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers terpisah, Trump kembali mengulangi ancaman kerasnya untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi dan transportasi milik Iran.

Ia memberi tenggat waktu hingga Selasa pukul 8 malam waktu Timur AS bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi konsekuensi militer yang dahsyat.

"Satu-satunya yang akan menetapkan gencatan senjata adalah saya," tegas Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan kesepakatan damai dengan Teheran.

Ia juga menyatakan bahwa pihak Amerika Serikat memiliki rencana militer matang yang akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika negosiasi akhirnya gagal.

Di sisi lain, Iran secara tegas menolak tawaran gencatan senjata sementara dan malah menyerukan jalan untuk mengakhiri perang secara permanen.

Teheran mengirimkan tanggapan resmi berisi sepuluh poin kepada Amerika Serikat melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator.

Tanggapan tersebut mencakup protokol jalur aman melalui Selat Hormuz, rekonstruksi pascaperang, serta pencabutan sanksi yang selama ini membebani ekonomi Iran.

Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proposal gencatan senjata 45 hari hanyalah salah satu dari banyak ide yang masih dibahas.

"Operasi Epic Fury berlanjut," kata pejabat tersebut, mengindikasikan bahwa persiapan militer Amerika masih terus berlangsung.

Dalam ancaman terbarunya di media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa Selasa akan menjadi "Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan" yang digabung menjadi satu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung