Berita, Timur Tengah

Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Benjamin Netanyahu Penjahat Perang yang Ingin Seret Kawasan ke Konflik Baru

Repelita.net

16 May 2026 15:28 WIB • 727 view

Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Benjamin Netanyahu Penjahat Perang yang Ingin Seret Kawasan ke Konflik Baru
Foto: Istimewa

Repelita New Delhi - Pemerintah Teheran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi secara resmi menyampaikan sebuah peringatan keras kepada komunitas internasional terkait adanya indikasi kuat dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dinilai tengah memicu eskalasi konflik bersenjata berskala masif.

Pernyataan diplomatik yang cukup menghentak tersebut disampaikan langsung oleh sang menteri dalam forum pertemuan hari kedua tingkat menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS yang diselenggarakan di Kota New Delhi pada hari Jumat ini.

ADVERTISEMENT

Di sela-sela agenda multilateral tersebut, perwakilan diplomatik tertinggi Iran itu juga mengadakan pembicaraan khusus dengan mitranya dari Afrika Selatan Ronald Lamola guna membahas penguatan hubungan bilateral, dinamika stabilitas kawasan, serta kerangka kerja sama strategis global.

Dalam pemaparannya, beliau mengungkit kembali memori konfrontasi bersenjata selama empat puluh hari sebelumnya di mana negaranya sempat menjadi sasaran agresi militer brutal tepat di saat proses negosiasi perdamaian tengah diupayakan oleh berbagai pihak.

Dirinya juga menegaskan situasi krusial pada masa lalu tersebut dengan menyampaikan pernyataan langsung bahwa "penyerahan tanpa syarat" merupakan target utama dari pihak musuh terhadap kedaulatan penuh Republik Islam Iran.

Lebih lanjut, tokoh diplomasi Teheran tersebut memastikan bahwa ambisi utama maupun target-target strategis lain yang digelorakan oleh pihak lawan terbukti gagal total dan tidak pernah terealisasi di lapangan.

Kegagalan skenario militer musuh tersebut bahkan memaksa pihak agresor untuk memohon kesepakatan gencatan senjata secepatnya sejak memasuki pekan kedua jalannya pertempuran sengit di wilayah konflik.

Pada bagian lain pidatonya, beliau melayangkan kecaman tajam dengan menyebut Benjamin Netanyahu sebagai sosok "penjahat perang" yang memikul tanggung jawab penuh atas tragedi kemanusiaan yang menewaskan puluhan ribu jiwa di Gaza serta ribuan warga sipil di Lebanon.

Sebagai penutup pernyataan diplomatisnya, sang menteri kembali mengingatkan dunia bahwa pemimpin pemerintahan Tel Aviv tersebut hingga detik ini masih terus bergerilya menyusun taktik licik demi menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam pusaran perang baru yang destruktif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung