Berita, Nasional

MenHAM Nilai Amien Rais Langgar HAM, Sebut Ada Kekerasan Verbal dan Perendahan Martabat

Repelita.net

03 May 2026 23:20 WIB • 1,088 view

MenHAM Nilai Amien Rais Langgar HAM, Sebut Ada Kekerasan Verbal dan Perendahan Martabat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai melontarkan kecaman keras terhadap pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang dinilai melampaui batas kebebasan berpendapat.

Pigai menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais berpotensi melanggar prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia yang dijamin oleh konstitusi.

ADVERTISEMENT

"Pernyataan Pak Amien Rais tidak serta merta masuk kategori kebebasan berpendapat. Dalam konteks HAM, Pak Amien patut diduga melakukan tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia," kata Pigai dalam siaran pers resminya pada Minggu (3/5/2026).

Pigai menilai terdapat sejumlah indikasi serius pelanggaran HAM dalam narasi yang disampaikan oleh tokoh senior tersebut.

Indikasi tersebut terutama tertuju pada serangan personal yang dialamatkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Inhuman treatment. Perlakuan tidak manusiawi, tindakan verbal yang sengaja menimbulkan serangan mental (non fisik) yang hebat," terang Pigai menguraikan analisisnya.

Tak hanya itu, ia juga menilai adanya unsur perendahan martabat dalam setiap pernyataan yang disampaikan Amien Rais beberapa waktu terakhir.

"Inhuman degrading merendahkan martabat Pak Prabowo dan Letkol Teddy," lanjutnya dengan tegas.

Pigai bahkan menyebut narasi yang dibangun Amien Rais dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan verbal yang berbahaya.

Kekerasan verbal tersebut berpotensi melukai secara emosional dan psikologis bagi orang yang menjadi sasaran.

"Verbal torture kekerasan verbal. Verbal humiliation atau perundungan atau pelecehan verbal yang menggunakan kata-kata untuk merendahkan, mempermalukan, mengintimidasi, atau menyakiti seseorang secara emosional dan psikologis," jelas Pigai panjang lebar.

Dengan nada yang sangat tegas, ia mengingatkan bahwa kebebasan berbicara memiliki batasan-batasan yang jelas.

Kebebasan berpendapat tidak boleh dijadikan sebagai tameng untuk menyerang kehormatan dan martabat orang lain.

"Saya minta Pak Amien jangan berlindung di balik kebebasan berbicara karena ada batasnya," pungkas Pigai mengakhiri pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung