Berita, Nasional

Made Supriatma Kritik Satir Rencana Presiden Prabowo Subianto Desain Mobil Kaca Transparan Seperti Sri Paus

Repelita.net

17 May 2026 19:23 WIB • 886 view

Made Supriatma Kritik Satir Rencana Presiden Prabowo Subianto Desain Mobil Kaca Transparan Seperti Sri Paus
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk merombak desain kendaraan dinas dengan material transparan langsung memantik kritik satir dari pengamat sekaligus peneliti Made Supriatma yang menilai rencana tersebut menyerupai protokoler pengamanan pimpinan tertinggi Vatikan.

Rencana modifikasi bodi kendaraan operasional tersebut sebelumnya disampaikan secara terbuka melalui dokumentasi resmi Sekretariat Presiden dengan memuat pernyataan, "Prabowo Ingin Desain Khusus Mobil Presiden Dari Kaca: Biar Terlihat Rakyat saat Berdiri" di hadapan publik.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal tersebut, Made Supriatma melayangkan pandangan kritisnya yang mempertanyakan motif di balik perubahan gaya menyapa masyarakat tersebut dengan menuliskan kalimat, Sudah jadi presiden, sekarang dia ingin jadi Sri Paus? Ah, mungkin juga tidak. Mungkin juga karena beliau bosan “njedul” dari atap mobil.

Peneliti tersebut kemudian mengaitkan aspek proteksi kendaraan kaca itu dengan rentetan peristiwa sejarah pengamanan global masa lalu pasca-insiden penembakan fatal yang pernah menimpa tokoh suci agama dunia di panggung terbuka.

Made Supriatma menguraikan komparasi sosiologis tersebut melalui catatan tertulisnya, Seperti yang Sodara ketahui, Sri Paus Yohanes Paulus II ditembak dari jarak dekat oleh Mehmet Ali Ağca seorang warga negara Turki di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, tahun 1981. Sejak saat itu, Paus kalau audiensi dengan umatnya di lapangan Vatikan atau di luar selalu memakai mobil kaca tahan peluru. Kebiasaan ini kadang masih dipakai. Tapi kalau keamanan dirasa baik, biasanya tidak.

Kebiasaan baru sang kepala negara yang kerap memunculkan sebagian badannya melalui bagian atap bodi kendaraan dinas jenis Maung saat ini dianggap Made Supriatma sudah mulai menimbulkan rasa bosan dalam aktivitas protokoler kenegaraan.

Wartawan tersebut menuangkan ulasannya mengenai dinamika pengamanan fisik di lapangan dengan mengetik, Nah sejak dilantik menjadi Presiden, Prabowo punya kebiasaan baru: menongolkan kepalanya dari atap mobil Maung kebanggaannya. Beberapa kali saya lihat dia naik turun. Kepalanya kadang turun kembali ke dalam mobil, naik lagi. Apa ya bahasa untuk menggambarkan naik turun itu? Undlap undlup? Bukan! Itu untuk orang yang ga punya pendirian. Pokoknya gitulah. Apakah Prabowo bosan naik turun menyapa rakyatnya ini? Kenapa ya kira-kira tiba-tiba punya keinginan naik mobil kaca seperti Sri Paus itu?

Lebih lanjut, Made Supriatma mengingatkan otoritas kepresidenan agar tetap memprioritaskan faktor ketahanan material utama kendaraan tersebut dari potensi ancaman luar jika proyek modifikasi kaca transparan itu benar-benar direalisasikan.

Ia memberikan penekanan penting pada aspek anggaran serta spesifikasi teknis komponen dengan melontarkan kalimat, Apapun itu, jangan lupa ya Pak. Mobilnya harus tahan peluru. Kalau perlu impor. Pakai dollar? Lha iyalah. Kan presiden kita bukan orang desa.

Kritik tajam dari Made Supriatma ini sekaligus mengonfrontasi kebijakan ekonomi dan retorika politik istana terkait dampak fluktuasi nilai tukar asing yang belakangan ini diklaim pemerintah tidak akan memengaruhi kehidupan masyarakat di level akar rumput.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung