Berita, Viral Sosmed

Kyai Gontor Berani Jujur di Depan Pemimpin, Virdian_Aurellio: Rakyat Rindu Kejujuran, Bukan Feodalisme Buta

Repelita.net

20 September 2026 23:31 WIB • 89 view

Kyai Gontor Berani Jujur di Depan Pemimpin, Virdian_Aurellio: Rakyat Rindu Kejujuran, Bukan Feodalisme Buta
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kyai Hasan Abdullah Sahal, kembali menjadi perhatian setelah dinilai menunjukkan sikap terbuka dalam menyampaikan pandangan di hadapan masyarakat dan pemimpin.

Sorotan tersebut disampaikan akun @virdian_aurellio melalui unggahan media sosial pada Minggu, 20 September 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, @virdian_aurellio mempertanyakan alasan pidato Kyai Hasan Abdullah Sahal menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

“Kenapa pidato Pimpinan Ponpes Gontor, Kyai Hasan Abdullah Sahal diskusi masyarakat?

Karena kami rindu orang orang yang berbicara kejujuran di hadapan pemimpinnya.

Tanpa rasa takut.

Tanpa rasa dituduh asing atau provokator.

Harusnya para pemangku kebijakan publik sadar bahwa itu yang rakyat inginkan, bukan feodalisme buta yang membuat salah pun diberi tepuk tangan gembira!”

Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna media sosial yang menyoroti sikap Kyai Hasan Abdullah Sahal dalam menyampaikan pandangan.

Akun @heri_purnawinata menilai sikap tersebut berkaitan dengan kritik terhadap kultur politik yang dianggap terlalu mengagungkan kekuasaan.

“Sikap tegas Kyai Hasan Abdullah Sahal adalah tamparan keras bagi kultur feodalisme politik kita yang gemar memuja kesalahan penguasa.

Publik rindu pada figur ulama yang memegang teguh fungsi profetiknya: meluruskan kebijakan yang ugal-ugalan dengan kebenaran data dan moralitas, bukan malah menjadi stempel pembenaran bagi kepentingan oligarki.

Ketika kritik obyektif selalu dicap provokasi, maka suara jernih dari pesantren seperti ini adalah oase di tengah gersangnya kejujuran di ruang publik.”

Sementara itu, akun @talita.sp_ yang mengaku sebagai alumni menyampaikan pandangannya mengenai gaya penyampaian Kyai Hasan Abdullah Sahal.

“Kakk aku sebagai alumni berani bilang pidato kyai kami itu biasa aja dalam artian setiap pidato yang disampaikan apa adanya seperti itu.

Beliau selalu menanamkan prinsip “menyatakan kebenaran bukan membenarkan kenyataan” dan “diatas hanya Allah dibawah hanya tanah” baru kerasa pas udah lulus ternyata figur seperti itu raree bangett”

Tanggapan lain datang dari akun @nur_komala11 yang menyoroti pentingnya suara yang disampaikan secara terbuka di tengah kritik terhadap sikap ABS.

“Di tengah suara ABS, suara jujur adalah oase..”

Rangkaian tanggapan tersebut menunjukkan bahwa pidato Kyai Hasan Abdullah Sahal tidak hanya diperbincangkan dari isi penyampaiannya, tetapi juga dari prinsip yang disebut para pengguna media sosial sebagai keberanian menyampaikan pandangan secara terbuka kepada penguasa.

Dalam percakapan tersebut, sejumlah pengguna mengaitkan sikap itu dengan kebutuhan terhadap kritik yang tetap berangkat dari kejujuran, data, moralitas, serta keberanian menyampaikan perbedaan pandangan.

Perbincangan mengenai pernyataan Kyai Hasan Abdullah Sahal pun berkembang menjadi diskusi mengenai hubungan antara pemimpin, masyarakat, ulama, dan budaya kritik dalam ruang publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung