Berita, Nasional

Kontroversi Prabowo, dari Keuntungan Penggilangan Padi Rp2 triliun hingga Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu Per Kilo

Repelita.net

15 August 2026 21:43 WIB • 501 view

Kontroversi Prabowo, dari Keuntungan Penggilangan Padi Rp2 triliun hingga Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu Per Kilo
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung Parlemen terus menjadi pusat perhatian dan memantik kontroversi publik di media sosial.

Sejumlah klaim data ekonomi yang dipaparkan Kepala Negara dinilai berbagai pihak tidak rasional dan menuai respons kritis dari pegiat media sosial hingga praktisi bisnis.

ADVERTISEMENT

Dua poin utama yang paling menyedot perhatian publik adalah klaim keuntungan usaha penggilingan padi hingga nominal upah buruh pengupas bawang.

Dalam tayangan pidato yang beredar, Presiden Prabowo Subianto memaparkan laporan angka pendapatan fantastis dari sektor usaha penggilingan padi.

"Saya dapat laporan satu penggilingan padi untung tiap panen 2 triliun per bulan," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan dari penulis Doni Riw yang menguji klaim itu menggunakan perhitungan bisnis sederhana.

Doni menilai kalkulasi tersebut perlu dikritisi secara matematis agar tidak membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

"Oke, mari kita hitung ya, untuk mendapatkan 2 triliun per bulan berapa banyak padi yang harus digiling," kata Doni.

Ia menekankan bahwa nominal keuntungan dua triliun rupiah per bulan untuk satu unit usaha sangat bertolak belakang dengan kondisi tarif jasa penggilingan padi di lapangan.

Selain masalah penggilingan padi, sorotan publik juga tertuju pada klaim biaya pengupasan bawang yang dinamai mencapai Rp700 ribu per kilogram.

Pelaku usaha Ahmad Tsauri melontarkan kritik terbuka dengan membandingkan angka pidato tersebut terhadap harga riil komoditas bawang saat ini.

Ia menyebutkan harga bawang di tingkat tengkulak berada pada kisaran Rp21.000/kg dan harga pasar sekitar Rp25.000/kg, sementara biaya pengupasan umum hanya berkisar Rp1.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

"Jadi kalau biaya kupas bawang Rp700.000 per kilo, entah bawang apa yang dimaksud Prabowo. Setahu saya biaya kupas bawang berkisar Rp1.000–Rp3.000 per kilo," tegas Ahmad Tsauri.

Kritik senada disampaikan pegiat media sosial Herwin Sudikta yang menilai logikanya tidak masuk akal karena biaya jasa jauh melampaui harga bahan baku.

"Bawangnya cuma 40 ribu, upah ngupasnya 700 ribu. Jadi lebih mahal jasa kupasnya daripada bawangnya sendiri," tulis Herwin.

Ia pun menyentil keakuratan data laporan yang disodorkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum disampaikan ke khalayak umum.

"Entah data dari mana yang disodorin ke Presiden, tapi kalau bener, mending gue langsung daftar jadi tukang kupas bawang aja deh," tulis Herwin. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung