Berita, Palestina

Komandan Militer Hamas Izz Al-Din Al-Haddad Gugur Bersama Anak Istri Akibat Serangan Udara Israel di Gaza

Repelita.net

17 May 2026 20:17 WIB • 808 view

Komandan Militer Hamas Izz Al-Din Al-Haddad Gugur Bersama Anak Istri Akibat Serangan Udara Israel di Gaza
Foto: Istimewa

Repelita Gaza - Kabar duka menyelimuti bumi Palestina setelah pimpinan tertinggi dari sayap pertahanan militer Hamas yakni Izz Al-Din Al-Haddad dilaporkan gugur pasca-menjadi sasaran gempuran udara yang dilancarkan oleh pasukan zionis.

Prosesi pemakaman jenazah sang komandan beserta anggota keluarganya telah dilangsungkan secara khidmat pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, di tengah kepungan puing-puing bangunan wilayah operasi Gaza.

ADVERTISEMENT

Pasukan Pertahanan Israel secara resmi mengonfirmasi bahwa perwira tinggi Hamas tersebut memang menjadi target operasi penyerangan udara yang dieksekusi pada hari Jumat, 15 Mei 2026, kemarin.

Tokoh strategis perlawanan Palestina tersebut mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian bersama dengan istri tercinta serta putri kandung mereka yang baru menginjak usia sembilan belas tahun.

Dokumentasi video yang dipublikasikan oleh kantor berita Viory memperlihatkan momen emosional saat ketiga peti jenazah korban dievakuasi menuju Masjid Martir Al-Aqsa guna menjalani prosesi salat jenazah.

Ratusan warga sipil setempat tampak berbondong-bondong memadati area sekitar rumah ibadah tersebut guna memberikan penghormatan terakhir dan mengantarkan jasad mereka menuju tempat pemakaman umum.

Salah seorang penduduk lokal bernama Umm Al-Said mengungkapkan kesaksiannya mengenai rekam jejak Al-Haddad yang dikenal luas oleh masyarakat sipil sebagai sosok pejuang yang sangat pemberani di garis depan.

Perempuan paruh baya tersebut juga melayangkan kecaman keras terhadap pemerintah Tel Aviv serta sekutu baratnya yang dinilai berkolaborasi dalam merancang pembunuhan berencana terhadap petinggi militer tersebut.

Ia meluapkan amarah serta kesedihannya di depan awak media dengan menyatakan, “Pembunuhan terhadapnya adalah tindakan pengecut yang dilakukan oleh Netanyahu dan juga AS, karena mereka bersekongkol dengan Israel dalam membunuhan tersebut.” sebagai bentuk protes atas kekejaman sekutu.

Catatan otoritas kesehatan menunjukkan bahwa sejak kesepakatan damai pada Oktober 2025 lalu, terdapat sekitar delapan ratus lima puluh warga sipil Palestina yang kehilangan nyawa akibat eskalasi senjata.

Hingga saat ini, manajemen biro politik Hamas masih enggan merinci apakah data jumlah korban jiwa yang dirilis tersebut turut mencakup anggota pasukan reguler mereka yang gugur di medan tempur.

Pihak intelijen zionis sendiri bersikeras memburu Al-Haddad karena mengidentifikasi sang komandan sebagai salah satu aktor intelektual krusial di balik operasi penyerbuan lintas batas pada tanggal 7 Oktober 2023 silam.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung