Berita, Peristiwa

Kisah Haru Jemaah Haji Asal Aceh Tetap Berangkat Ke Tanah Suci Meski Rumah Hancur Diterjang Banjir Bandang

Repelita.net

19 May 2026 15:15 WIB • 750 view

Kisah Haru Jemaah Haji Asal Aceh Tetap Berangkat Ke Tanah Suci Meski Rumah Hancur Diterjang Banjir Bandang
Foto: Istimewa

Repelita Makkah - Suasana haru menyelimuti seorang wanita paruh baya asal Sumatra bagian utara saat mengenang bencana hidrometeorologi dahsyat yang menyapu bersih tempat tinggalnya beberapa waktu lalu.

Hunian peninggalan keluarga besarnya dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan endapan lumpur pekat dan fragmen tanah yang terbawa arus air bah hingga menyentuh batas ketinggian ekstrem.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini dirinya masih dirundung ketidakpastian mengenai kondisi fisik bangunan tersebut serta mengaku kesulitan finansial untuk melakukan proses pemugaran kembali dalam waktu dekat.

“Uang enggak ada untuk perbaiki rumah. Tapi dengan izin Allah, karena panggilan Allah, berkat anak-anak saya, saya bisa kemari,” kata Hartati.

Bencana alam tersebut dikabarkan berlangsung dengan eskalasi pergerakan air yang sangat masif sehingga mematikan kesempatan bagi para penghuni untuk mengamankan aset berharga mereka.

Seluruh dokumen kependudukan otentik termasuk berkas administrasi perjalanan spiritual yang berada di dalam lemari penyimpanan dilaporkan hanyut terbawa desakan arus banjir bandang.

“Air itu tiba-tiba langsung naik. Jadi kami enggak sempat menyelamatkan barang. Semua habis,” ujarnya.

Kendati demikian dirinya merasa sangat terbantu karena sistem integrasi data identitas pada instansi keagamaan dan pencatatan sipil pusat masih terdokumentasi dengan baik sehingga proses keberangkatan tidak terhambat.

Di balik kepedihan kehilangan harta benda sang ibu beruntung memiliki keturunan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap cita-cita spiritual orang tua mereka di masa senja.

Ketiga buah hatinya secara kolektif mengumpulkan sumber dana pribadi demi melunasi biaya sisa setoran wajib perjalanan ibadah yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara pemerintah pada musim ini.

Tanpa adanya sokongan finansial bersama dari anak-anaknya impian untuk menginjakkan kaki di tanah suci dipastikan akan kandas mengingat dirinya berstatus sebagai orang tua tunggal sejak lama.

“Kalau saya sendiri enggak ada uang. Rumah saja warisan orang tua belum bisa saya perbaiki,” tuturnya.

Agenda perjalanan spiritual ini sejatinya telah dipersiapkan sejak lama bersama sang suami tercinta sebelum sosok pelindung keluarga tersebut berpulang ke hadapan pencipta terlebih dahulu.

Kini setelah melewati fase perjuangan hidup yang berliku sebagai kepala rumah tangga mandiri impian lama tersebut akhirnya dapat terwujud nyata melalui takdir yang digariskan.

Menjelang pelaksanaan rukun puncak ritual keagamaan di padang terbuka wanita tangguh ini terus mempertebal keyakinan serta memanjatkan doa terbaik di tengah keterbatasan situasi fisiknya.

“Saya yakin pulang dari sini Allah kasih rezeki. Entah rezeki apa saya enggak tahu, itu rahasia Allah,” katanya.

Sosok tersebut merupakan satu dari ribuan perwakilan warga serambi mekah yang mendapatkan kesempatan emas untuk menunaikan rukun islam kelima pada gelombang pemberangkatan tahun ini.

Seluruh rombongan besar tersebut dilaporkan telah terbagi ke dalam belasan kelompok terbang komersial dan sebagian besar telah mendarat dengan selamat di wilayah barat Arab Saudi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung