Berita, Nasional

Ketua DPRD Bone Andi Tenri Dilaporkan ke Polisi Usai Aniaya Staf PPPK dan Harta Kekayaannya Jadi Sorotan

Repelita.net

28 July 2026 23:56 WIB • 672 view

Ketua DPRD Bone Andi Tenri Dilaporkan ke Polisi Usai Aniaya Staf PPPK dan Harta Kekayaannya Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan publik tertuju pada profil finansial pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten bone menyusul skandal kekerasan fisik yang menjeratnya.

Politisi perempuan pemegang takhta tertinggi legislatif daerah tersebut dilaporkan ke aparat penegak hukum atas dugaan tindakan semena-mena terhadap tenaga honorer.

ADVERTISEMENT

Korban yang berstatus sebagai pegawai paruh waktu mengaku mendapat lemparan kue serta siraman air mineral di area kantin kantor pemerintahan.

Laporan resmi bernomor registrasi khusus telah dilayangkan ke sentra pelayanan kepolisian terpadu guna mengusut tuntas insiden memalukan tersebut.

Penyelidikan mendalam langsung dilakukan pihak berwajib melalui olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan seluruh bukti pendukung.

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara periode juni dua ribu dua puluh empat, total aset sang ketua dewan mencapai miliaran rupiah.

Rincian kekayaan tersebut mencakup kepemilikan aset tanah bangunan, sarana transportasi mesin, harta bergerak, hingga simpanan kas bernilai fantastis.

Fluktuasi finansial tercatat cukup drastis tatkala laporan periodik akhir tahun menunjukkan penurunan total kekayaan secara signifikan akibat merosotnya saldo kas.

Sosok politisi muda kelahiran penghujung desember tahun sembilan belas sembilan puluh tiga ini merupakan putri dari tokoh masyarakat setempat.

Rekam jejak akademiknya ditempuh hingga jenjang strata satu fakultas hukum universitas ternama di kawasan Indonesia timur.

Sebelum menduduki kursi pimpinan legislatif, ia malang melintang sebagai pengusaha sektor swasta serta memimpin yayasan pendidikan anak usia dini.

Tonggak sejarah berhasil diukirnya sebagai perempuan pertama yang sukses memimpin lembaga perwakilan rakyat di daerah berjuluk bumi arung palakka.

Bermula dari kesalahpahaman penyiapan kudapan tamu penting, amarah sang pejabat meledak tanpa memberikan kesempatan bagi korban untuk membela diri.

Saat saya memesan kue, tiba-tiba dipanggil Ibu Ketua, setelah sampai di kantin, satu tempat kue dihamburkan ke muka saya, kemudian saya disiram air di muka, dilempar botol, dan dilempar botol saus oleh ibu Ketua DPRD, ungkap korban YN.

Saya dibilang melarang orang makan kue, padahal saya tidak pernah mengatakan begitu, tambahnya menyayangkan tuduhan sepihak tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung