Berita, Nasional

Ketegangan Memanas: Relawan Gibran dan PDIP Saling Serang, Deddy Sitorus Sebut Barang Bekas

Repelita.net

25 October 2026 23:23 WIB • 83 view

Ketegangan Memanas: Relawan Gibran dan PDIP Saling Serang, Deddy Sitorus Sebut Barang Bekas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketegangan politik antara kubu relawan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan PDI Perjuangan kian memanas di ruang publik usai kedua pihak saling melontarkan perselisihan tajam terkait catatan evaluasi pemerintahan.

Konflik terbuka ini dipicu oleh tudingan Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, yang menilai PDI Perjuangan masih menyimpan dendam politik akibat kekalahan dalam ajang Pilpres 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

Sorotan relawan tersebut muncul guna membalas evaluasi kritis dari partai berlogo banteng terhadap dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, termasuk polemik ijazah sang wapres.

Andi Azwan menegaskan bahwa kritik yang dilayangkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu dinilai tidak objektif serta berpotensi menggiring persepsi masyarakat luas ke arah yang salah.

"Ya kan sejarahnya ini kan kita bicara ini bukan dikatakan bahwa itu oleh Presiden. Ini kan paslon, pasangan, paket. Dia mesti paham juga. Janganlah menggiring opini publik untuk menyesatkan hal tersebut," ujar Andi Azwan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Ia menambahkan bahwa tuduhan yang ditujukan kepada pihak wakil presiden semata-mata merupakan manifestasi dari kekecewaan politik yang belum tuntas di internal partai tersebut.

"Kita paham kalau kita bicara PDIP pasti sangat membenci Pak Jokowi dan Mas Gibran, karena kan mereka kalah dalam kontestasi pilpres kemarin. Jadi kalau dikatakan selama ini bahwa itu akan memberikan beban kepada pemerintahan Pak Prabowo, dia salah besar ini, gitu," tegas Andi Azwan.

Menjawab serangan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, langsung memberikan balasan menohok dan menyebut barisan pendukung kekuasaan tersebut masih terbelenggu oleh romantika politik masa lalu.

"Pilpres sudah lama berlalu, pilpres berikutnya sudah di depan mata, sementara mereka masih membeku di tahun 2024," respons Deddy Sitorus pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Deddy menyatakan bahwa partainya telah sepenuhnya melupakan perselisihan pilpres dan memilih untuk fokus melangkah ke depan tanpa pernah membahas keberadaan mantan presiden beserta keluarganya.

Menurutnya, pembahasan mengenai mantan kepala negara hanya dilakukan dalam konteks internal sebagai materi pengajaran politik untuk memperkuat moralitas para kader muda partai.

"PDI Perjuangan sudah lama move on dari urusan pilpres. Jokowi dan keluarganya sudah lama dipecat dari keanggotaan PDI Perjuangan. Jokowi dan keluarganya tidak pernah sekalipun jadi bahan diskusi internal PDI Perjuangan, kecuali dalam sekolah partai di mana kasus pengkhianatan mereka dijadikan bahan case study bagi kader-kader muda," ucap Deddy Sitorus.

Deddy juga melayangkan sindiran keras terhadap posisi Andi Azwan yang dianggapnya sebagai figur pendukung opportunis di sekeliling lingkaran penguasa saat ini.

"Andi Azwan itu adalah contoh paling gamblang ketika seorang pemimpin dikelilingi para penjilat dan kaum medioker. Orang-orang seperti mereka banyak dipelihara selama masa kekuasaan Jokowi. Mereka para petualang dan parasit kekuasaan yang buta hati, buta nalar, dan hanya mementingkan interest pribadi untuk berbiak di ketiak kekuasaan," lanjut Deddy Sitorus.

Politisi senior itu menyimpulkan bahwa partainya sama sekali tidak berminat untuk ikut campur atau dikaitkan kembali dengan dinamika politik keluarga Joko Widodo di masa mendatang.

"Saya tegaskan bahwa PDIP tak pernah turut campur urusan Jokowi dan keluarga. Kalau kita melakukan itu, mungkin mereka sudah terpuruk lebih jauh dan lebih cepat! Berdoa saja agar tetap seperti itu karena kami tidak suka berurusan dengan barang bekas. Jokowi dan PDI Perjuangan sudah lama end, jadi tidak usah dikait-kaitkan," pungkas Deddy Sitorus.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung