Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja merilis dokumen resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Presiden Prabowo Subianto untuk mengawali masa jabatannya pada tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan tersebut, total pundi-pundi kekayaan mantan Menteri Pertahanan ini tercatat menyentuh angka Rp2.066.764.868.191 atau melampaui Rp2 triliun.
ADVERTISEMENT
Terdapat pertumbuhan nilai aset sebesar Rp4.523.855.500 jika dibandingkan dengan catatan kekayaan pada tahun sebelumnya yang masih berada di posisi angka Rp2.062.241.012.691.
Komponen utama yang menjadi penyumbang terbesar dari seluruh total harta kekayaan Ketua Umum Partai Gerindra ini bersumber dari kepemilikan surat berharga yang nilainya mencapai Rp1.677.239.000.000.
Selain instrumen investasi, Prabowo Subianto juga menguasai sejumlah aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai yang sangat fantastis, yakni sebesar Rp323.758.593.500.
Daftar properti miliknya tersebar di beberapa lokasi strategis, mulai dari kawasan Jakarta Selatan hingga Bogor, dengan salah satu aset paling menonjol berupa tanah seluas 8.365 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp178,4 miliar.
Dalam laporan yang sama, tercatat pula kepemilikan properti lain seperti rumah di Jakarta Selatan senilai Rp37 miliar, tanah di Bogor seluas 48.970 meter persegi, serta beberapa bangunan luas lainnya di wilayah Bogor dengan nilai puluhan miliar rupiah.
Sektor alat transportasi dan mesin juga tidak luput dari pelaporan, di mana total nilai koleksi kendaraan yang dimiliki sang kepala negara ini ditaksir mencapai angka Rp1.258.500.000.
Daftar isi garasinya mencakup Toyota Alphard 2005, Toyota Lexus 2002, Mitsubishi Pajero 2000, Honda CR-V 2007, hingga beberapa unit Land Rover dan Land Cruiser klasik yang nilai satuannya berada di rentang Rp50 juta hingga Rp400 juta.
Prabowo juga mencantumkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp16.523.500, serta cadangan kas dan setara kas yang berjumlah Rp48.044.251.191 dalam rekening pribadinya.
Hal yang paling menarik perhatian publik dari laporan ini adalah tidak adanya catatan hutang sama sekali, sehingga seluruh aset yang dilaporkan merupakan nilai bersih tanpa tanggihan pinjaman.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok