Berita, Internasional

Keiko Fujimori Menangkan Pilpres Peru, Bayang-Bayang Sejarah Dinasti Tangan Besi Alberto Fujimori Sang Ayah Kembali Menghantui

Repelita.net

04 July 2026 22:32 WIB • 834 view

Keiko Fujimori Menangkan Pilpres Peru, Bayang-Bayang Sejarah Dinasti Tangan Besi Alberto Fujimori Sang Ayah Kembali Menghantui
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Keiko Fujimori akhirnya dipastikan memenangkan pemilihan presiden Peru setelah otoritas pemilu menetapkan hasil suara pada putaran kedua. Kemenangan ini diraih dengan perolehan suara 50,135 persen, mengugguli rivalnya Roberto Sanchez yang meraih 49,865 persen.

Selisih tipis sekitar 50.000 suara tersebut menjadi penentu berakhirnya perjuangan Keiko setelah tiga kali mengalami kegagalan dalam kontestasi serupa. Dalam pidato kemenangannya, ia berkomitmen untuk memprioritaskan dialog nasional dan langkah memulihkan kepercayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kami akan mengidentifikasi semua praktik terbaik, inisiatif, dan proyek yang telah menghasilkan hasil sehingga mereka dapat melanjutkan,” ujar Fujimori mengutip Reuters. Meski sukses meraih kursi kepemimpinan, beban sejarah keluarga masih menjadi tantangan besar baginya.

Sang ayah, Alberto Fujimori, merupakan tokoh kontroversial yang memerintah Peru pada era 1990 hingga 2000 dengan gaya kepemimpinan otoriter. Meskipun dianggap berhasil mengatasi hiperinflasi dan anggota gerilyawan, ia harus mendekam di penjara selama 16 tahun atas keterlibatan pelanggaran hak asasi manusia.

Selain bayang-bayang masa lalu ayahnya, Keiko sendiri pernah menyertakan masalah hukum terkait dugaan pendanaan kampanye politik. Ia sempat terpencil menjalani selama satu setengah tahun dalam kurun waktu 2018 hingga 2020 sebelum akhirnya seluruh tuduhan tersebut dibatalkan tahun lalu.

Tugas berat kini menanti Keiko yang dijadwalkan dilantik pada 28 Juli mendatang di tengah kondisi negara yang masih terpolarisasi. Ia harus menghadapi tantangan nyata di Kongres yang sering kali tidak stabil dalam mendukung kebijakan presiden.

Masalah ekonomi yang mencolok antara pusat pemerintahan di Lima dan wilayah pedesaan juga menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Terlebih lagi, wilayah pedesaan yang menjadi basis pendukung utama lawannya masih menyimpan trauma mendalam pasca terjadinya pembekuan maut beberapa waktu lalu. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung