Repelita Teheran - Sebuah kapal kargo milik Iran yang memuat muatan beras berhasil merapat dengan selamat ke pelabuhan setelah menempuh perjalanan di perairan Laut Oman.
Keberhasilan pelayaran ini menjadi sorotan besar lantaran sebelumnya kapal sejenis justru menjadi target sasaran penyitaan oleh pasukan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Kantor Berita Fars melaporkan kabar kedatangan kapal tersebut pada Kamis (23/4/2026) sebagai sebuah keberhasilan di tengah tekanan blokade musuh.
Dalam laporannya disebutkan bahwa kapal pengangkut barang curah ini mampu melintasi jalur strategis tanpa mengalami hambatan berarti yang berarti.
Bahkan selama perjalanan, kapal tersebut mendapat pengawalan super ketat dari unit angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk memastikan keamanan.
Sebelumnya, pada Senin (20/4/2026), pemerintah Iran dengan geram mengonfirmasi bahwa satu kapal kargo mereka disita oleh AS di kawasan Teluk Oman.
Teheran langsung menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sudah disepakati kedua negara.
Iran pun melontarkan peringatan keras bahwa tindakan balasan akan segera dilancarkan jika insiden serupa terulang kembali di masa mendatang.
Ketegangan ini sebenarnya sudah memuncak sejak 28 Februari 2026, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan gabungan besar-besaran ke wilayah Iran.
Iran kemudian membalas dengan menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan yang menjadi pangkalan militer AS.
Konflik berkepanjangan itu dikabarkan telah merenggut nyawa lebih dari 3.300 orang sebelum kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata sementara.
Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan tersebut mulai berlaku pada 8 April 2026.
Gencatan senjata itu semula dijadwalkan berakhir pada 22 April, namun Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjangnya tanpa batas waktu.
Keputusan perpanjangan ini diambil atas permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Kepala Militer Asim Munir.
Meskipun gencatan senjata resmi diperpanjang, Iran menganggap penyitaan kapal kargo mereka sebagai pelanggaran nyata yang tak bisa ditoleransi.
Sementara itu, media Iran memberitakan bahwa pengawalan ketat oleh IRGC akan terus dilakukan untuk setiap kapal yang melewati jalur rawan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok