Repelita [Jakarta] - Pengumuman pencalonan anggota legislatif yang disampaikan oleh ketua umum partai pendukung pemerintah menuai kritik pedas dari aktivis dunia maya.
Langkah politik tersebut dinilai tidak memiliki empati di tengah beratnya himpitan beban ekonomi serta krisis hukum yang melanda masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
Pemerintah dianggap gagal menyelesaikan berbagai persoalan mendasar sementara partai politik justru sibuk merancang ambisi kekuasaan jangka panjang.
"Beban negara makin berat, dari warisan hutang," ujar Chusnul, dikutip Fajar.co.id, Senin (27/7/2026).
Ketidakadilan sistem penegakan hukum juga disorot tajam karena para pelaku rasuah besar kerap memperoleh keistimewaan hukum.
"Pembangunan ga penting, korupsi, hingga hukum amburadul, koruptor diistimewakan, maling ayam dimassa sampe mati," lanjutnya.
Orientasi partai muda tersebut dinilai sepenuhnya dikendalikan oleh hasrat menduduki jabatan tanpa memperdulikan jeritan rakyat kecil.
"Rakyat makin menderita, Pemilu masih lama, tapi di otak PSI cuma ada kekuasaan," sesalnya.
Ketiadaan kepekaan sosial dari para elite politik terhadap penderitaan warga negara memicu kecaman keras publik.
"Ga punya nurani," tandasnya.
Agenda politik internal partai tersebut sebelumnya telah resmi menetapkan pimpinan tertingginya sebagai kandidat wakil rakyat di wilayah Jawa Tengah (*)
Editor: 91224 R-ID Elok