Berita, Nasional

Jusuf Kalla Buka Suara Terkait Kerenggangan Hubungan dengan Jokowi Dipicu Polemik Dokumen Kelulusan

Repelita.net

26 October 2026 22:22 WIB • 94 view

Jusuf Kalla Buka Suara Terkait Kerenggangan Hubungan dengan Jokowi Dipicu Polemik Dokumen Kelulusan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Hubungan personal antara mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dikabarkan mengalami kerenggangan setelah mencuatnya isu miring seputar dokumen kelulusan sekolah.

ADVERTISEMENT

Meski relasi keduanya dikabarkan menjauh, pria yang akrab disapa JK tersebut menegaskan bahwa dirinya tetap meyakini keaslian dokumen kelulusan milik mantan Wali Kota Solo itu tanpa ada niat memberikan serangan politik.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh JK sewaktu berbincang hangat bersama Johan Budi dalam sebuah tayangan di kanal YouTube The Johan Budi Podcast yang disiarkan pada hari Senin, 26 Oktober 2026.

Melalui obrolan mendalam di platform digital tersebut, tokoh asal Makassar ini memberikan klarifikasi bahwa persoalan yang sempat ia pertanyakan bukan berarti dirinya menganggap dokumen pendidikan tersebut palsu.

JK justru merasa heran mengenai alasan mendasar mengapa dokumen kelulusan yang menjadi perdebatan hangat itu tidak ditunjukkan secara transparan di hadapan masyarakat luas.

Dirinya pun menegaskan bahwa opini pribadinya bertolak belakang dengan argumen Roy Suryo yang gencar menyebut dokumen kelulusan tersebut tidak asli.

“Kalau Roy Suryo mengatakan bahwa palsu, saya mengatakan tidak,” ujar JK.

Melalui penegasan tersebut, sang mantan wakil presiden sebenarnya menganggap tindakan serta argumen yang ia sampaikan merupakan sebuah bentuk pembelaan nyata kepada Jokowi.

Ia mengaku sempat terkejut lantaran pertanyaan sederhana yang dilontarkannya justru direspons secara serius hingga membuat pihak istana menggelar sesi konferensi pers resmi.

“Saya justru membela Jokowi sebenarnya,” katanya.

Saat sang pembawa acara Johan Budi menerangkan dalih dari pihak istana mengenai maraknya penyebaran berita bohong di jejaring sosial, JK kembali menggulirkan pertanyaan serupa terkait transparansi dokumen.

“Kenapa tidak mau ditunjukkan?” ujar JK.

Sebelum menyinggung kedekatannya dengan Jokowi, JK sempat membeberkan bahwa jalinan silaturahmi dirinya dengan jajaran elit politik tanah air lainnya masih berjalan sangat harmonis.

Nama-nama besar seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, hingga Presiden Prabowo Subianto turut disebut sebagai bukti kedekatannya yang tetap terjaga dengan baik.

Kendati demikian, situasi terasa berbeda sewaktu topik pembicaraan mulai mengarah pada sosok Jokowi, di mana JK tidak menampik adanya jarak psikologis yang terbangun usai masalah berkas kelulusan itu viral.

Lebih lanjut, dinamika isu ini kian memanas setelah munculnya kabar burung yang menuduh JK menggelontorkan dana segar senilai Rp5 miliar kepada Roy Suryo demi memojokkan Jokowi.

Mendengar kabar miring mengenai aliran dana tersebut, JK langsung melayangkan bantahan keras sekaligus mengekspresikan rasa kekecewaannya karena namanya ikut terseret.

“Menuduh saya macam-macam. Saya marah juga, sehingga saya adukan ke polisi,” kata JK.

Menyikapi fitnah tersebut, tim penasihat hukum JK mengambil langkah tegas dengan mendatangi markas besar kepolisian pada hari Senin, 6 April 2026 guna melaporkan sosok Rismon Hasiholan Sianipar.

Laporan resmi itu dilayangkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang berkaitan erat dengan isu pemberian dana miliaran rupiah kepada pihak Roy Suryo.

Dalam keterangannya, JK mengklarifikasi bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan pertemanan maupun mengenal sosok Rismon Hasiholan Sianipar secara personal.

Hal itu tentu berbeda dengan sosok Roy Suryo, di mana JK mengaku cukup mengenalnya dengan baik lantaran sang pakar telematika tersebut pernah menduduki posisi menteri di kabinetnya dahulu.

Pada sesi wawancara di podcast itu, JK memilih untuk tidak membeberkan secara detail mengenai perkembangan kasus hukum dari laporan yang telah ia daftarkan ke pihak berwajib.

Ia memilih menutup pembicaraan dengan kembali menekankan keyakinannya bahwa dokumen kelulusan Jokowi sepenuhnya asli dan tidak pernah ada maksud terselubung untuk menjatuhkan martabat sang mantan kepala negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung