Berita, Nasional

Jokowi Lawan Prabowo, Siapa Kuat? Bulan Madu Politik Berakhir dan Perseteruan Kian Terbuka

Repelita.net

26 June 2026 22:21 WIB • 1,820 view

Jokowi Lawan Prabowo, Siapa Kuat? Bulan Madu Politik Berakhir dan Perseteruan Kian Terbuka
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kondisi perpolitikan nasional kini diwarnai dengan retaknya hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan presiden Joko Widodo yang kian kentara.

Indikasi berakhirnya koalisi harmonis tersebut mencuat setelah Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan memutuskan tidak menahan Roy Suryo serta Dokter Tifa.

ADVERTISEMENT

Keputusan hukum ini memancing kemarahan dari loyalis mantan presiden di Solo yang menduga adanya intervensi dari kepala negara saat ini.

Analis politik Anton Permana dalam tayangan di saluran YouTube Bang Edy Channel menilai bahwa masa kerja sama kedua tokoh tersebut telah usai.

Bulan madu politik antara Prabowo dengan Jokowi sudah selesai, tegas Anton Permana dalam ulasannya mengenai situasi terkini.

Ia memprediksi proses persidangan ke depan akan menjadi ajang pembukaan tabir berbagai persoalan sensitif masa lalu secara gamblang kepada masyarakat.

Dinamika ini dipandang sebagai bentuk pertarungan pengaruh yang membuat tensi politik antara kedua kubu semakin sulit untuk disembunyikan.

Pertarungan kualitatif dan kuantitatif dari kedua tokoh ini memicu ketegangan terbuka yang semakin sulit disembunyikan, jelasnya.

Di saat bersamaan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terpantau sangat sibuk melakukan lawatan ke berbagai daerah di luar agenda pemerintahan resmi.

Berdasarkan data riset, putra sulung Jokowi itu tercatat telah melawat ke 118 lokasi dengan pendampingan tim khusus.

Manuver senyap ini dibaca sebagai upaya gerilya politik karena ruang geraknya di dalam struktur kabinet saat ini dirasa semakin terbatas.

Meski secara formal Prabowo memegang kendali kekuasaan, pengaruh rezim lama masih bercokol kuat di sejumlah lembaga negara dan birokrasi.

Proses pembersihan sisa-sisa kekuatan lama pun berjalan lambat dan penuh dengan kalkulasi tempur karena adanya resistensi di internal sistem.

Prabowo disarankan segera melakukan perombakan total pada jajaran ring satu untuk mengamankan keberlangsungan pemerintahannya ke depan.

Langkah diferensiasi politik yang jelas dinilai sangat krusial dalam periode dua tahun pertama ini demi mencegah akumulasi kekecewaan masyarakat.

Jika momentum tersebut terbuang percuma, konflik di level elit dikhawatirkan dapat mengancam stabilitas nasional di masa depan.*

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung