Berita, Viral Sosmed

Jokowi Jaga Jarak dengan PSI di Kamera Tetap Gencar Safari Kampanyekan Partai Anak di Lapangan

Repelita.net

22 May 2026 16:00 WIB • 733 view

Jokowi Jaga Jarak dengan PSI di Kamera Tetap Gencar Safari Kampanyekan Partai Anak di Lapangan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika internal di tubuh Partai Solidaritas Indonesia kini tengah memasuki babak baru yang memicu perdebatan sengit di ruang publik siber.

Langkah politik strategis organisasi tersebut yang konsisten memosisikan mantan Presiden Joko Widodo sebagai figur sentral serta kiblat perjuangan menyongsong pemilu mendatang dinilai mengalami benturan realitas yang cukup kontras.

ADVERTISEMENT

Secara mengejutkan sang mantan kepala negara justru terlihat mulai membangun jarak aman dengan entitas politik berlogo bunga mawar tersebut di hadapan publik demi memunculkan impresi bahwa partai politik besar saat ini bergerak secara mandiri tanpa intervensi.

Strategi penjarakan tersebut ditengarai oleh para pengamat hanya sebatas skenario kosmetik panggung formal semata mengingat pergerakan riil di akar rumput menunjukkan anomali yang sangat mencolok.

Bukannya memfokuskan sisa energi politiknya pada agenda konsolidasi makro, sang mantan presiden justru kedapatan sangat giat melakukan safari politik turun ke lapisan masyarakat bawah.

Langkah gerilya tersebut ditengarai kuat sebagai upaya ekstra guna mendongkrak serta meyakinkan pemilih terhadap eksistensi partai politik dengan elektabilitas kecil yang saat ini posisinya sedang dinakhodai langsung oleh putra kandungnya.

Fenomena kepemimpinan ganda di mana retorika panggung tidak selaras dengan agresi nyata di lapangan memicu gelombang respons kritis serta sinisme yang masif dari para pengguna media sosial.

Melalui serangkaian interaksi digital yang terekam pada platform X lewat akun @Jumianto_RK publik menyoroti inkonsistensi sikap politik tersebut yang dianggap sebagai pengulangan pola usang.

"PSI menjadikan Jokowi sebagai patron perjuangan politik partai menuju Pemilu 2029."

"Ehhh.. Tiba-tiba Jokowi jaga jarak dengan PSI supaya partai gajah terlihat independen."

"Bukan konsolidasi politik, tapi bersemangat turun gunung safari keliling ke masyarakat untuk meyakinkan partai nol koma yang dipimpin anaknya."

Unggahan kritis yang membedah perilaku politik elite tersebut seketika memantik respons berantai dari warganet yang sebagian besar melayangkan komentar satir terkait sandiwara politik di depan kamera.

Melalui saluran komunikasi di platform X yang beralamat di https://x.com/KangDien_Wae akun @KangDien_Wae melontarkan pandangan sinisnya mengenai ketidakselarasan sikap tersebut dalam sebuah cuitan berjarak satu jam dari takarir utama.

"Patron politik yang jaga jarak hanya di panggung, tapi safari penuh semangat di lapangan. Konsistensi level dewa."

Respons negatif bernada jenuh terhadap taktik politik pragmatis keluarga istana juga terus mengalir deras dari berbagai pemilik akun siber lainnya.

Akun @FaGtng mengekspresikan ketidaksukaannya secara singkat terhadap manuver entitas politik tersebut.

"Malesin ni partai"

Sentimen ketidakpuasan publik juga menyasar langsung personalitas sang mantan presiden yang dianggap terlalu aktif bergerak di luar kelaziman para purnatugas kepala negara terdahulu melalui cuitan akun @rozykaspu2 dua jam sebelumnya.

"Satu-satunya mantan presiden yg pethakilan"

Kendati dibanjiri oleh gelombang skeptisisme dan kritik tajam, arus dukungan dari basis massa loyalis muda pendukung dinasti politik lama tampaknya masih tetap solid bertahan di ruang siber.

Melalui akun @Wwn0303 sekelompok pemilih muda secara terbuka menegaskan arah keberpihakan politik mereka bagi kelangsungan partai tersebut dalam waktu tiga puluh enam menit terakhir.

"kami anak2 muda pasti akan memilih PSI ..."

Kendati demikian narasi pembelaan tersebut segera tenggelam oleh argumen kontra dari warganet yang menganggap penjarakan politis tersebut hanyalah gimik visual demi kebutuhan dokumentasi publik semata melalui cuitan akun @twuicei satu jam lalu.

"Hanya jaga jarak di depan kamera saja"

Sikap apatis masyarakat sipil terhadap rangkaian manuver elite kekuasaan kian dipertegas oleh komentar-komentar pendek yang mengidentifikasi fenomena ini sebagai bentuk kepalsuan publik lewat akun @King_PWS_.

"Palsu"

Ketidakpercayaan publik yang akut pada akhirnya mentransformasikan diskursus politik serius menjadi sekadar bahan olok-olok siber yang menghibur sekaligus menyindir keras drama pemerintahan melalui cuitan akun @HumorJonTampan.

"Sinetron apalagi ini???#Ngik"

Pandangan senada mengenai kejenuhan publik terhadap rangkaian drama politik yang diproduksi oleh lingkaran kekuasaan juga ditegaskan oleh akun @AntoniusCDN dua jam sebelumnya yang mendeteksi adanya keterlibatan akun lain secara otomatis.

"Otomatis oleh @dcristnugroho Drama kok terus"

Rangkaian reaksi publik siber ini pada akhirnya mengkristal pada sebuah kesimpulan kolektif bahwa seluruh pergerakan taktis di lapangan merupakan pengulangan strategi lama yang sudah sangat mudah ditebak arahnya oleh masyarakat luas melalui akun @seruanhl.

"Pola lama"

Melalui dinamika percakapan digital yang terus berkembang bebas, posisi partai tersebut beserta patron politik utamanya kini berada dalam ujian berat untuk membuktikan orisinalitas gerakan mereka di mata pemilih kritis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung