Berita, Nasional

John Sitorus Sindir Gelar Raja Jokowi: Sebut Raja Palsu Butuh Pengakuan dan Rusak Konstitusi

Repelita.net

02 August 2026 23:23 WIB • 899 view

John Sitorus Sindir Gelar Raja Jokowi: Sebut Raja Palsu Butuh Pengakuan dan Rusak Konstitusi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial John Sitorus memberikan tanggapan keras menyusul penganugerahan gelar kehormatan baru bagi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Jokowi secara resmi dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor oleh para pemangku adat di Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

Melalui akun X pribadinya JohnSitorus_18 yang diunggah pada Minggu (2/8/2026), John menyampaikan pandangannya yang cukup menohok.

"Raja sejati tidak butuh pengakuan, tapi RAJA PALSU selalu butuh pengakuan dari mana-mana," tulisnya.

John turut melontarkan sindiran kepada daerah-daerah yang wilayahnya tidak memberikan gelar kebangsawanan atau mengangkat mantan kepala negara tersebut.

Menurutnya, penguasa sejati tidak akan mengorbankan hukum dasar negara demi menguntungkan lingkaran kerabatnya sendiri.

"Bergembiranlah daerahmu yang tidak menobatkan Jokowi sebagai raja. Sebab, tidak ada raja yang MERUSAK konstitusi negaranya sendiri demi kepentingan keluarganya sendiri," paparnya.

Sifat utama pemimpin sejati dinilai terletak pada teguhnya komitmen menjaga fondasi negara serta kejujuran dalam memimpin.

"Raja yang benar adalah raja yang menjaga dasar negaranya. Raja yang benar tidak pernah BERDUSTA. Raja yang benar bukan selalu terlihat baik, tapi juga tegas memperjuangkan nilai kebenaran," terangnya.

Penganugerahan gelar Sesepuh Raja-Raja Timor tersebut diserahkan oleh delapan penguasa adat Pulau Timor di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan pada Sabtu (1/8/2026).

Raja Amanatun Jonathan Banunaek mengonfirmasi bahwa penobatan dilakukan langsung oleh para raja yang memiliki wilayah kekuasaan riil di Pulau Timor.

Delapan pemimpin adat yang hadir meliput Raja Wewiku-Wehal, Raja Amanatun, Raja Amanuban, Raja Mollo, Raja Biboki, Raja Bikomi Nilulat, Raja Amfoang, serta Raja Nisnoni.

"Satu Raja Amarasi tidak hadir, yang delapan hadir semua. Jadi penobatan itu dari delapan raja dan bukan raja-rajaan, raja yang punya wilayah kerajaan," ujar Jonathan.

Sementara itu, satu perwakilan dari Kerajaan Amarasi dilaporkan berhalangan hadir dalam prosesi penobatan adat tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung