Berita, Nasional

Jhon Sitorus Tuding Kebakaran Lahan di Kalimantan Sengaja Dibakar dan Sentil Menteri Kehutanan

Repelita.net

21 August 2026 23:07 WIB • 519 view

Jhon Sitorus Tuding Kebakaran Lahan di Kalimantan Sengaja Dibakar dan Sentil Menteri Kehutanan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial Jhon Sitorus melayangkan kritik tajam terkait bencana kebakaran hutan dan lahan yang menerpa wilayah Kalimantan.

Melalui akun X miliknya pada 21 Agustus 2026, Jhon menyebut lonjakan titik api mayoritas bersumber dari area konsesi industri.

ADVERTISEMENT

“Fakta Kebakaran di Kalimantan: 71% titik api ada di konsesi lahan, 875 titik api ada di konsesi tambang, 32 titik api ada di konsesi sawit Kalimantan bukan "terbakar" tapi dibakar”

Proses alih fungsi area gambut dinilai menjadi pemicu utama kawasan tersebut mengalami pengeringan ekstrem sehingga rawan memicu kobaran api.

“Dampak pembukaan dan alih fungsi lahan ekosistem gambut mengalami pengeringan sehingga mudah terbakar”

Langkah penanganan yang diambil oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut menjadi sasaran sorotan dalam unggahan tersebut.

“Seharusnya Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan bisa mengantisipasi ini dengan segala sumber daya yang dimiliki, bukan sibuk ngurus amplop atau main domino dengan pembalak liar”

Jhon menekankan pentingnya evaluasi ketat serta kajian matang sebelum alokasi izin pemanfaatan lahan diberikan kepada pihak swasta.

“Ga semua urusan tambang dan konsesi harus dikasih izin, perlu ada kajian yang matang dan terencana. Kalo izin konsesi hanya formalitas, untuk apa kalian hadir sebagai pemangku kebijakan?”

Di sisi lain, laporan resmi Kementerian Kehutanan mencatat adanya penurunan persebaran sebaran panas secara nasional dalam dua hari terakhir.

Berdasarkan data pemantauan satelit SiPongi, angka titik panas menyusut dari 2.170 titik menjadi 950 titik per 20 Agustus 2026.

Penurunan drastis tercatat di wilayah Kalimantan Barat dari 784 titik menjadi 82 titik, serta Kalimantan Tengah dari 694 titik menjadi 22 titik.

Secara kumulatif, jumlah titik panas di kawasan Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan mengalami penyusutan hingga 92,6 persen dalam tempo satu hari.

Meski demikian, pihak kementerian menegaskan bahwa penurunan indikasi panas tersebut belum menandakan hilangnya risiko kejahatan karhutla di lapangan.

Kondisi cuaca kering ekstrem yang didorong fenomena El Nino serta IOD positif diprediksi masih berpotensi memicu munculnya potensi kebakaran baru.

Guna mengantisipasi dampak lanjutan, aksi pemadaman darat maupun udara terus diperkuat lewat koordinasi lintas instansi bersama aparat gabungan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung