Berita, Nasional

Jhon Sitorus Kritik Panitia LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar, Soroti Dugaan Ketidakadilan Penilaian Juri"

Repelita.net

12 May 2026 16:22 WIB • 741 view

Jhon Sitorus Kritik Panitia LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar, Soroti Dugaan Ketidakadilan Penilaian Juri"
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Jhon Sitorus melontarkan kritik keras terhadap ketidakkonsistenan alasan panitia Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang dinilai telah mencederai sportivitas pendidikan pada Selasa 12 Mei 2026.

Jhon Sitorus menyoroti perubahan narasi panitia yang awalnya mempermasalahkan artikulasi peserta namun belakangan justru berlindung di balik alasan teknis kerusakan perangkat suara yang mengarah ke meja dewan juri.

ADVERTISEMENT

Ketidakpuasan tersebut disampaikan secara terbuka dengan pernyataan tajam yang berbunyi “Panitia menyalahkan speaker di arah juri yang rusak saat lomba cerdas cermat MPR. Ini konyol namanya,” sebagai bentuk keraguan atas kejujuran penyelenggara.

Menurutnya, rekaman video yang tersebar luas membuktikan bahwa suara peserta dari SMAN 1 Pontianak terdengar sangat tegas dan jelas bagi siapapun yang menyaksikannya sehingga alasan juri tidak mendengar dianggap sebagai hal yang mustahil.

Jhon menambahkan pembelaannya dengan menyatakan bahwa “Semua orang yang sudah melihat video lomba cerdas cermat itu tahu. Suaranya jelas, audionya jelas,” sembari menekankan bahwa artikulasi peserta sudah sangat sempurna dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Kejanggalan semakin terlihat saat dewan juri langsung menjatuhkan hukuman pengurangan nilai tanpa memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengklarifikasi atau mengulang jawabannya di depan penonton yang hadir di lokasi.

Sikap tertutup juri tersebut memicu dugaan adanya praktik curang yang lebih dalam, bahkan Jhon tidak ragu menyinggung kemungkinan terjadinya intervensi kepentingan personal atau finansial di balik keputusan yang dianggap tidak adil itu.

Ia melontarkan kecurigaan serius melalui ungkapan “Jangan-jangan ada kecurangan yang terstruktur dan disengaja di sini. Jangan-jangan ada suap yang sudah diterima oleh juri,” yang kini menjadi bola liar di tengah desakan publik untuk mengawal kasus ini.

Kritik ini bermula dari tayangan YouTube MPR RI yang memperlihatkan juri Dyastasita memberikan nilai minus lima kepada Grup C, namun justru memberikan nilai sempurna kepada Grup B meskipun keduanya memberikan jawaban yang identik secara kata per kata.

Juri Indri Wahyuni justru membela keputusan rekan sejawatnya dengan dalih artikulasi yang kurang jelas dan menegaskan bahwa “Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi dengan jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,”.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung