Repelita Jakarta - Menjelang pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), perhatian publik tertuju pada kesiapan pemerintah menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul setelah keputusan dibacakan.
Aktivis media sosial @maroef_irfhany menyoroti pernyataan Dudung yang disebut mewakili sikap Pemerintahan Prabowo agar seluruh elemen masyarakat menerima apa pun keputusan MK.
ADVERTISEMENT
Menurut Maroef, imbauan tersebut juga dapat dibaca sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aksi massa dari pendukung Gibran apabila putusan MK berujung pada diskualifikasi Wakil Presiden.
Dalam unggahan lainnya, Maroef mengaitkan sejumlah perubahan di lingkaran pemerintahan dengan upaya menjaga stabilitas politik setelah pengumuman putusan MK.
Ia menyebut pergantian Kapolri serta masuknya Pratikno dan Qodari ke dalam Wantimpres sebagai bagian dari langkah menghadapi kemungkinan ketidakstabilan politik.
Maroef kemudian menekankan pentingnya seluruh pihak menghormati proses dan fakta persidangan yang berlangsung di MK.
Ia menuliskan, "Selama semua menghormati fakta persidangan MK, terbukti secara sah dan meyakinkan Gibran tidak memenuhi kualifikasi cawapres, in syaa Allah aman,"
Menurut Maroef, kondisi tersebut juga diperkuat dengan kesiapan TNI yang disebut berada dalam satu komando di bawah Presiden Prabowo.
Ia menambahkan bahwa gelar pasukan telah dilakukan dalam rangkaian HUT TNI dan menyebut seluruh kesatuan TNI berada dalam kendali komando Prabowo.
Dalam unggahan yang sama, Maroef juga menyinggung pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan menyatakan, "P Sby & P Prabowo tadi kompak cuekin Jkw"
Pada unggahan berikutnya, Maroef kembali menegaskan bahwa gelar pasukan telah dilakukan dan seluruh kesatuan TNI disebut terkendali di bawah komando Prabowo.
"Apalagi tadi siang sudah gelar pasukan, semua kesatuan di TNI terkendali dibawah komando Prabowo semua," tulisnya.
Percakapan di kolom komentar kemudian berkembang ke isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan posisi Gibran dalam pemerintahan.
Salah satu pengguna, @jilur.raga, menulis, "Kalo ga ada gibran makin kenceng dah mbgnya 😅"
Maroef kemudian merespons dengan pertanyaan, "Emang Gibran penghalang MBG ?"
Pengguna tersebut menjawab, "Iya atau tidak statement gibran memang ga disukai pemuja mbg. , ..."
Maroef kembali mempertanyakan pernyataan Gibran yang dimaksud dengan menulis, "Mana sih statement Gibran, dia bilang selama mbg distop karena kemarin ada keracunan di situ, kalian bawa bekal dari rumah ya"
Perdebatan kemudian berlanjut ketika @jilur.raga menjelaskan bahwa yang dimaksud bukan pernyataan langsung Gibran, melainkan pandangan mengenai posisinya sebagai bagian dari pemerintah.
"Memang bukan statment langsung... karena gibran bagian dari pemerintah. Tp saat dia bilang itu pasti banyak orang orang yang hidup jd benalu lewat mbg jd ga suka sama dia"
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan bahwa pembacaan putusan MK dipandang Maroef sebagai momentum penting yang berpotensi memengaruhi dinamika politik dan respons masyarakat setelah keputusan diumumkan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads